Pendidikan Gratis, Begini Skema di Sejumlah Negara
- 30 Sep 2026 18:30 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Rencana pemerintah Indonesia untuk memperluas pendidikan gratis hingga perguruan tinggi negeri (PTN) kembali membuka pembahasan mengenai skema pembiayaan pendidikan di berbagai negara. Sejumlah negara di Asia, Eropa, dan Oseania telah menerapkan pendidikan gratis atau memberikan subsidi dengan mekanisme yang berbeda-beda.
Dilansir dari website Bloomberg Technoz, kebijakan pendidikan gratis di sejumlah negara tidak memiliki skema yang seragam. Ada negara yang membebaskan biaya pendidikan pada jenjang tertentu, memberikan subsidi, hingga menerapkan pembebasan biaya kuliah bagi kelompok mahasiswa tertentu.
Di Malaysia, pemerintah memberikan Bantuan Awal Persekolahan sebesar RM150 atau sekitar Rp658.500 kepada siswa yang memenuhi ketentuan pemerintah. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pembiayaan pendidikan bagi peserta didik.
Thailand juga menyediakan alokasi biaya pendidikan pada berbagai jenjang. Besarannya antara lain 1.700 baht per tahun untuk taman kanak-kanak, 1.900 baht untuk sekolah dasar, 3.500 baht untuk sekolah menengah pertama, dan 3.800 baht untuk sekolah menengah atas.
Sementara di Jerman, mahasiswa perguruan tinggi negeri umumnya tetap membayar semester contribution. Besaran kontribusi berbeda antaruniversitas, dengan kisaran sekitar 70 hingga 430 euro per semester atau sekitar Rp1 juta hingga Rp8 juta.
Norwegia juga menerapkan mekanisme biaya pendidikan tinggi yang berbeda. Mahasiswa tetap membayar semester fee sekitar 1.000 kroner Norwegia per semester atau sekitar Rp1,8 juta.
Di Finlandia, pendidikan tinggi tanpa tuition fee berlaku bagi kelompok tertentu. Sementara itu, Austria menerapkan skema biaya yang berbeda berdasarkan status mahasiswa. Mahasiswa dari Uni Eropa, Wilayah Ekonomi Eropa (EU/EEA), dan Swiss umumnya tidak membayar tuition fee, sedangkan mahasiswa dari negara ketiga dapat dikenakan biaya pendidikan.
Di Austria, biaya pendidikan bagi mahasiswa yang dikenakan tuition fee tercatat sekitar 363,36 euro per semester atau sekitar Rp7,3 juta. Untuk mahasiswa dari negara ketiga, besarannya sekitar 751,92 euro per semester atau sekitar Rp15 juta.
Australia memiliki skema Commonwealth Supported Places (CSP), yaitu dukungan pemerintah yang menanggung sebagian biaya pendidikan mahasiswa. Melalui mekanisme tersebut, biaya pendidikan yang harus ditanggung mahasiswa dapat dikurangi sesuai ketentuan program.
Perbedaan skema tersebut menunjukkan bahwa istilah pendidikan gratis dapat diterapkan dengan mekanisme yang berbeda di setiap negara. Pembebasan biaya pendidikan dapat berlaku secara penuh pada jenjang tertentu, diberikan kepada kelompok tertentu, atau dilakukan melalui subsidi pemerintah terhadap biaya pendidikan.
Di Indonesia sendiri, rencana pendidikan gratis di sekolah negeri hingga perguruan tinggi masih berada dalam tahap pembahasan pemerintah. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah masih menghitung kebutuhan pembiayaan dan tahapan pelaksanaan pendidikan gratis di PTN.
Pemerintah juga membahas pemanfaatan berbagai skema pembiayaan pendidikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan penguatan layanan pendidikan gratis antara lain melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP).
Dengan demikian, pengalaman negara lain memperlihatkan bahwa pembiayaan pendidikan dapat dirancang melalui berbagai mekanisme sesuai dengan kebijakan, kelompok penerima manfaat, dan sistem pendidikan masing-masing negara. Skema tersebut menjadi bagian dari pilihan kebijakan yang perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....