28 September, Mengenang Sejarah Pertambangan Indonesia
- 29 Sep 2026 12:33 WIB
- Nabire
Poin Utama
- Hari Pertambangan dan Energi diperingati setiap 28 September berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2008 sebagai pengakuan atas sejarah penguasaan sumber daya strategis Indonesia.
- Peringatan ini berkaitan dengan pengambilalihan kantor pertambangan dan geologi di Bandung dari kekuasaan Jepang pada 28 September 1945 oleh para pemuda Indonesia.
- Sektor mineral dan energi memiliki peran strategis bagi pembangunan nasional Indonesia dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam setelah kemerdekaan.
RRI.CO.ID, Nabire - Hari Pertambangan dan Energi diperingati setiap 28 September ditetapkan secara resmi sebagai Hari Jadi Pertambangan dan Energi melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2008. Peringatan ini berkaitan erat dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mengambil alih dan mengelola sumber daya pertambangan setelah kemerdekaan. Tanggal tersebut menjadi momentum untuk mengenang peran para pejuang pertambangan sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya sektor mineral dan energi bagi pembangunan nasional.
Sejarah Hari Pertambangan dan Energi berawal dari peristiwa pada 28 September 1945, ketika para pemuda Indonesia mengambil alih kantor pertambangan dan geologi di Bandung dari kekuasaan Jepang. Pada masa pendudukan Jepang, lembaga tersebut dikenal sebagai Chisitsu Chosajo. Pengambilalihan dilakukan sebagai bagian dari upaya bangsa Indonesia menguasai aset dan sumber daya strategis setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Setelah pengambilalihan tersebut, pengelolaan pertambangan secara bertahap ditempatkan di bawah pemerintahan Republik Indonesia. Peristiwa ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah pertambangan nasional karena menunjukkan upaya bangsa Indonesia untuk mengelola sendiri sumber daya alam yang berada di wilayahnya. Perkembangan kelembagaan pertambangan kemudian terus berlangsung mengikuti kebutuhan pembangunan nasional.
Dalam perjalanan selanjutnya, sektor pertambangan berkembang dan menjadi bagian dari kebijakan energi nasional. Pemerintah membentuk berbagai lembaga yang menangani pertambangan, energi, minyak dan gas bumi, serta mineral dan batu bara. Perubahan kelembagaan tersebut berlangsung seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi dan pemanfaatan sumber daya mineral untuk mendukung perekonomian Indonesia.
Peringatan Hari Pertambangan dan Energi menjadi momentum untuk mengenang sejarah sekaligus melihat tantangan sektor pertambangan dan energi di masa kini. Pemerintah terus mendorong pengelolaan sumber daya alam yang memberikan manfaat bagi masyarakat, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat ketahanan energi, serta memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
Memasuki era transisi energi, sektor pertambangan dan energi menghadapi perkembangan baru, termasuk peningkatan pemanfaatan energi terbarukan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik, hilirisasi mineral serta penguatan ketahanan energi nasional. Karena itu, Hari Pertambangan dan Energi tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga momentum untuk mendorong pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab bagi generasi mendatang. (Falen Nelwan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....