Menelusuri Jejak Sejarah Hari Bhakti Postel Indonesia
- 29 Sep 2026 12:36 WIB
- Nabire
Poin Utama
- Hari Bhakti Postel diperingati setiap 27 September untuk mengenang pengambilalihan Jawatan PTT dari kekuasaan Jepang oleh AMPTT pada tahun 1945.
- Peristiwa bersejarah ini merupakan tonggak penting perjuangan bangsa dalam menempatkan sarana komunikasi strategis di bawah kendali Republik Indonesia.
- Perjuangan AMPTT dimulai sejak awal September 1945 dengan pertemuan pemuda pada 3 September untuk membahas strategi pengambilalihan Kantor Pusat PTT di Bandung.
RRI.CO.ID, Nabire - Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi atau Hari Bhakti Postel diperingati setiap 27 September. Peringatan ini berakar dari peristiwa bersejarah pada 27 September 1945, ketika Angkatan Muda Pos, Telegraf dan Telepon atau AMPTT mengambil alih Jawatan PTT dari kekuasaan Jepang di Bandung. Peristiwa tersebut menjadi salah satu tonggak perjuangan bangsa dalam menempatkan sarana komunikasi strategis di bawah kendali Republik Indonesia.
Perjuangan AMPTT telah dipersiapkan sejak awal September 1945. Pada 3 September, para pemuda mengadakan pertemuan untuk membahas pengambilalihan Kantor Pusat PTT. Setelah melalui proses perundingan yang tidak menghasilkan kesepakatan dengan pihak Jepang, para pemuda kemudian mengambil langkah untuk menguasai Jawatan PTT. Pada 27 September 1945, pengambilalihan tersebut dilakukan dan menjadi momentum penting dalam sejarah komunikasi Indonesia.
Dalam peristiwa tersebut, Mas Soeharto diangkat sebagai Kepala Jawatan PTT dan R. Dijar sebagai Wakil Kepala Jawatan PTT seluruh Indonesia. Pengambilalihan itu juga ditandai dengan turunnya bendera Jepang dan dikibarkannya Merah Putih di Kantor Pusat PTT, disertai berkumandangnya lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sejak peristiwa tersebut, 27 September kemudian diperingati sebagai Hari Bhakti Postel.
Memasuki peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 tahun 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital mengusung semangat “Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga” atau T3. Kementerian Komdigi menjelaskan bahwa “Terhubung” mencerminkan penguatan silaturahmi dan kolaborasi antarpelaku ekosistem pos, telekomunikasi dan penyiaran. “Tumbuh” dimaknai sebagai semangat untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi bangsa, sedangkan “Terjaga” mencakup keberlanjutan ekosistem digital, kesehatan serta hubungan antarmanusia.
Semangat T3 juga diarahkan agar konektivitas digital tidak hanya berhenti pada tersedianya jaringan internet. Kemkomdigi menekankan bahwa konektivitas perlu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat, termasuk memperkuat hubungan sosial, mendukung pertumbuhan dan menjaga kualitas hidup. Rangkaian peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 tahun 2026 melibatkan pemerintah, industri, asosiasi dan berbagai pemangku kepentingan sektor pos, telekomunikasi serta penyiaran.
Hari Bhakti Postel 2026 menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pemuda dalam mempertahankan sarana komunikasi pada awal kemerdekaan sekaligus melihat perkembangan sektor tersebut di era digital. Dari pos, telegraf dan telepon, ekosistem komunikasi kini berkembang mencakup telekomunikasi seluler, internet, satelit, penyiaran dan berbagai infrastruktur digital. Semangat Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga menjadi bagian dari upaya membangun konektivitas yang semakin bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. (Falen Nelwan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....