Kemenperin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,72 Triliun untuk 2027

  • 31 Agt 2026 18:37 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,72 triliun untuk Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada 2027. Tambahan tersebut dibutuhkan untuk memperkuat sejumlah program prioritas industri nasional.

Usulan tambahan anggaran disampaikan Agus dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI. Ia menilai alokasi anggaran Kemenperin saat ini belum ideal untuk menjalankan agenda pembangunan industri.

Agus mengatakan pagu anggaran Kemenperin pada 2027 hanya sebesar Rp2,01 triliun. Angka tersebut turun Rp448,16 miliar atau sekitar 19,51% dibandingkan pagu awal 2026 sebesar Rp2,50 triliun.

“Dengan besarnya agenda pembangunan industri tersebut, dapat kami sampaikan bahwa alokasi anggaran yang tersedia saat ini masih belum ideal. Oleh karena itu, sekali lagi kami mengusulkan kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp1,72 triliun,” kata Agus yang dilansir dari Bloomberg Technoz, Senin 31 Agustus 2026

Penurunan anggaran tersebut menjadi bagian dari tren dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, pagu Kemenperin tercatat sebesar Rp4,53 triliun, kemudian turun menjadi Rp2,50 triliun pada 2026 dan kembali turun menjadi Rp2,01 triliun pada 2027.

Dengan demikian, pagu Kemenperin pada 2027 telah berkurang lebih dari separuh dibandingkan posisi anggaran pada 2023.

Menurut Agus, persoalan anggaran tidak hanya disebabkan oleh penurunan pagu. Porsi belanja operasional dasar, terutama belanja pegawai dan kebutuhan operasional kementerian, juga semakin besar sehingga ruang fiskal untuk program nonoperasional menjadi terbatas.

“Konsekuensinya, ruang anggaran untuk belanja non-operasional menjadi terbatas, sementara komponen inilah yang sangat menentukan kemampuan Kementerian Perindustrian dalam menjalankan program prioritas dan mendukung pencapaian prioritas nasional,” ujarnya.

Rincian Anggaran Kemenperin 2027

Agus menyebut pagu Kemenperin 2027 belum mendapatkan alokasi tambahan dan masih berada pada angka pagu indikatif. Sumber anggarannya terdiri dari:

  • Rupiah Murni: Rp1,58 triliun.
  • PNBP: Rp79,54 miliar.
  • BLU: Rp319,69 miliar.
  • SBSN: Rp34,63 miliar.
  • Total pagu: sekitar Rp2,01 triliun.

Berdasarkan jenis belanja, anggaran tersebut terdiri atas belanja pegawai sebesar Rp1,199 triliun, belanja operasional Rp354,42 miliar, dan belanja nonoperasional Rp539,91 miliar.

Agus menegaskan tambahan anggaran Rp1,72 triliun yang diusulkan akan diarahkan untuk memperkuat program yang berdampak langsung terhadap produktivitas dan daya saing industri nasional.

Sejumlah program yang menjadi prioritas meliputi peningkatan produktivitas, hilirisasi, penguatan industri kecil dan menengah, pengembangan sumber daya manusia industri, serta transformasi industri nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....