Kemenhut: 20.254 Titik Panas Terdeteksi di Enam Provinsi

  • 30 Agt 2026 21:21 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Kementerian Kehutanan mencatat sebanyak 20.254 titik panas atau hotspot terdeteksi di enam provinsi prioritas kebakaran hutan dan lahan atau karhutla hingga 29 Agustus 2026 pukul 21.11 WIB.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, dari total tersebut sebanyak 18.679 titik masuk kategori medium confidence hotspot, sedangkan 1.575 titik lainnya tergolong high confidence hotspot. Data ini menjadi perhatian pemerintah dalam upaya pengendalian karhutla di wilayah prioritas.

Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak untuk kategori medium confidence, yakni mencapai 6.811 titik. Posisi berikutnya ditempati Kalimantan Barat dengan 6.015 titik, disusul Sumatera Selatan 783 titik, Kalimantan Selatan 765 titik, Riau 249 titik, dan Jambi 158 titik.

Untuk kategori high confidence, Kalimantan Tengah kembali mencatat jumlah tertinggi dengan 808 titik panas. Selanjutnya Kalimantan Barat mencatat 511 titik, Kalimantan Selatan 102 titik, Sumatera Selatan 25 titik, Riau lima titik, dan Jambi satu titik.

Selain titik panas, kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah turut menjadi perhatian. Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menunjukkan warna kuning yang menandakan kategori udara tidak sehat.

“Kabar baiknya wilayah Sumatra bagian tengah dan Papua bagian selatan terpantau melandai ke kategori sedang [biru]. Mayoritas wilayah Indonesia berada dalam kategori baik [hijau] hingga sedang [biru],” tulis Kemenhut dalam unggahan Instagram yang dilihat Minggu, 30 Agustus 2026.

Kemenhut menyebut penanganan karhutla terus dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari pemadaman darat, water bombing, patroli udara, hingga upaya pencegahan dan pengendalian di wilayah prioritas.

Operasi penanganan tersebut melibatkan Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, BMKG, BPBD, masyarakat, serta para pihak terkait.

Untuk memperkuat penanganan dari udara, pemerintah mengerahkan 30 helikopter di wilayah Kalimantan dan 22 helikopter di Sumatera. Armada tersebut digunakan untuk mendukung operasi water bombing sekaligus patroli udara guna mendeteksi dan menangani titik panas.

Tingginya jumlah hotspot di sejumlah wilayah menjadi perhatian pemerintah karena titik panas dapat menjadi indikator awal adanya potensi kebakaran. Karena itu, pemantauan dan respons cepat terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas serta menekan dampaknya terhadap kualitas udara dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....