BPS Catat Pengangguran Indonesia Turun Jadi 7,22 Juta Orang

  • 10 Agt 2026 20:48 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire – Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,65 persen. Angka tersebut setara dengan sekitar 7,22 juta orang yang belum bekerja dan menunjukkan perbaikan dibandingkan kondisi pada Februari 2026.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud mengatakan TPT pada Mei 2026 turun 0,03 poin persentase dibandingkan Februari 2026 yang berada di level 4,68 persen. Penurunan tersebut menunjukkan adanya perbaikan kondisi ketenagakerjaan nasional.

"Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan Februari 2026 yang sebesar 4,68% atau turun sekitar 0,03% poin," kata Edy dalam Berita Resmi Statistik BPS, Rabu, 5 Agustus 2026.

Berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,85 persen, sedangkan TPT perempuan berada di level 4,32 persen. Sementara berdasarkan wilayah, tingkat pengangguran di perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan perdesaan, masing-masing sebesar 5,54 persen dan 3,15 persen.

Jumlah penduduk usia kerja pada Mei 2026 mencapai 220,23 juta orang atau meningkat sekitar 689 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Pada periode yang sama, jumlah penganggur berkurang sekitar 24 ribu orang menjadi 7,22 juta orang.

Tren penurunan TPT juga terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data BPS, TPT pada Februari 2022 berada di level 5,83 persen, kemudian turun menjadi 5,45 persen pada Februari 2023, 4,82 persen pada Februari 2024, 4,76 persen pada Februari 2025, hingga mencapai 4,65 persen pada Mei 2026.

Dari sisi jam kerja, mayoritas penduduk bekerja merupakan pekerja penuh dengan jumlah 98,98 juta orang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 391 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Sementara itu, pekerja paruh waktu mencapai 38,42 juta orang dan setengah penganggur sebanyak 10,79 juta orang.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja atau TPAK nasional juga mengalami peningkatan tipis. TPAK pada Mei 2026 mencapai 70,57 persen, naik dari 70,56 persen pada Februari 2026, meskipun masih lebih rendah dibandingkan November 2025 yang mencapai 70,95 persen.

Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki meningkat dari 84,57 persen menjadi 85,14 persen. Sebaliknya, TPAK perempuan turun dari 56,41 persen menjadi 55,84 persen.

Sektor Pertanian Jadi Penyerap Tenaga Kerja Terbesar

Berdasarkan lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 28,75 persen dari total penduduk bekerja. Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 17,80 persen serta industri pengolahan sebesar 13,53 persen.

Sektor akomodasi dan makan minum menyerap 8 persen tenaga kerja, sedangkan konstruksi mencapai 6,09 persen. Dalam periode Februari hingga Mei 2026, penambahan tenaga kerja terbesar terjadi pada sektor akomodasi dan makan minum yang bertambah sekitar 195 ribu orang.

Selain itu, sektor transportasi dan pergudangan bertambah sekitar 121 ribu tenaga kerja, sedangkan aktivitas jasa lainnya meningkat sekitar 110 ribu orang. Sebaliknya, sektor perdagangan besar dan eceran mengalami penurunan jumlah tenaga kerja sekitar 128 ribu orang.

Dari sisi pendidikan, sebanyak 52,46 juta pekerja atau 35,40 persen masih berpendidikan SD ke bawah. Kemudian lulusan SMA mencapai 30,71 juta orang atau 20,72 persen, SMP sebanyak 26,05 juta orang atau 17,58 persen, dan SMK sebanyak 19,44 juta orang atau 13,12 persen.

Sementara itu, pekerja dengan pendidikan Diploma IV hingga S3 mencapai 15,93 juta orang atau 10,75 persen. Adapun lulusan Diploma I hingga III tercatat sebanyak 3,59 juta orang atau 2,42 persen.

Secara keseluruhan, sekitar 13,18 persen penduduk bekerja telah berpendidikan tinggi atau Diploma ke atas. Dalam periode Februari hingga Mei 2026, proporsi pekerja berpendidikan SMA, SMK, Diploma, dan perguruan tinggi meningkat, sedangkan proporsi pekerja dengan pendidikan SD ke bawah dan SMP mengalami penurunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....