Dana Abadi LPDP Capai Rp195 Triliun, Dukung Pendidikan Nasional

  • 30 Jul 2026 19:36 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan melaporkan akumulasi Dana Abadi Pendidikan yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kini mencapai sekitar Rp195 triliun. Dana tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan inovasi di Indonesia.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan Dana Abadi Pendidikan telah memberikan manfaat kepada lebih dari 61.000 anak muda Indonesia. Selain itu, dana tersebut juga telah membiayai lebih dari 4.700 proyek penelitian di berbagai bidang.

"Selain itu Dana Abadi ini juga sudah dimanfaatkan oleh 23 Perguruan Tinggi Negeri untuk menghasilkan 8.200 publikasi ilmiah, 1.900 visiting professor dan postdoctoral fellowship, serta program pertukaran mahasiswa," ujar Suahasil dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 Juli 2026.

Suahasil menjelaskan pemerintah memiliki komitmen jangka panjang dalam mendukung sektor pendidikan melalui amanat konstitusi yang mengalokasikan 20 persen anggaran negara untuk pendidikan. Sejak 2009 hingga 2026, total anggaran pendidikan yang telah dialokasikan pemerintah mencapai Rp7.667,3 triliun, termasuk Dana Abadi Pendidikan.

Menurutnya, pemerintah juga terus mendorong peningkatan riset dan pengembangan (Research and Development/R&D) melalui pemberian insentif perpajakan berupa Super Tax Deduction. Kebijakan tersebut memungkinkan perusahaan memperoleh pengurangan penghasilan bruto hingga 300 persen dari total biaya kegiatan riset dan pengembangan yang dilakukan di Indonesia, baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan lembaga riset.

"Guna mengatasi masih rendahnya pengeluaran untuk Riset dan Pengembangan (Research and Development/R&D) di Indonesia, pemerintah menyediakan insentif perpajakan berupa Super Tax Deduction," tegas Suahasil.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) perancangan Jakarta Education and Innovation Center di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 29 Juli 2026, Suahasil menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak hanya berfungsi sebagai instrumen fiskal, tetapi juga menjadi katalisator transformasi ekonomi berbasis pengetahuan dan inovasi.

Ia menilai inisiatif Jakarta Education and Innovation Center dapat menjadi arah baru bagi Jakarta untuk berkembang sebagai pusat pendidikan dan inovasi bertaraf dunia.

"Indonesia perlu beralih dari yang sebelumnya mengandalkan perspiration (kerja keras fisik) menuju innovation (inovasi)," katanya.

Suahasil juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam merealisasikan Jakarta Education and Innovation Center. Pemerintah pusat akan mendukung melalui program dan kebijakan, sedangkan pemerintah daerah menyediakan ruang, lahan, dan infrastruktur.

Selain itu, ia mendorong konsep aglomerasi pendidikan dengan menyatukan berbagai perguruan tinggi dan pusat riset dalam satu kawasan terpadu. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan daya saing investasi, memperkuat ekosistem riset nasional, sekaligus meningkatkan posisi Indonesia di tingkat internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....