BMKG Siapkan Modifikasi Cuaca Hadapi El Nino 2026

  • 29 Jul 2026 22:38 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino pada 2026. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air sekaligus mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dikutip dari Bloomberg Technoz, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan operasi modifikasi cuaca dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, serta pihak swasta untuk mengisi waduk di berbagai wilayah Indonesia.

“Untuk kekeringan, BMKG melakukan beberapa modifikasi cuaca, bekerja sama dengan BNPB, bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan, dan juga dengan swasta untuk pengisian waduk. Pengisian waduk-waduk yang ada di Indonesia, kita punya 240 waduk, beberapa memang tidak semua itu kita coba isi agar bisa difungsikan untuk PLTA, bisa difungsikan untuk irigasi, dan air bersih,” ujar Faisal kepada awak media, dikutip pada Rabu, 29 Juli 2026.

Faisal menjelaskan terdapat enam provinsi yang menjadi fokus utama operasi modifikasi cuaca, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Selain itu, operasi juga akan dilakukan di Kepulauan Riau, Aceh, serta sejumlah wilayah lain secara situasional sesuai kondisi di lapangan.

Menurutnya, operasi modifikasi cuaca akan dilaksanakan secara berkala untuk menjaga kelembapan lahan gambut agar tidak mudah terbakar selama musim kemarau.

Ia menegaskan BMKG tidak akan menunggu munculnya titik api untuk melakukan operasi modifikasi cuaca. Langkah tersebut akan dilakukan ketika permukaan air tanah mulai mengalami penurunan sebagai upaya pencegahan dini.

“Itu dilakukan modifikasi cuaca yang dapat menjatuhkan jutaan kubik air, dan kemudian dapat menjenuhkan daerah tersebut. Sehingga sekarang kita lihat bahwa untuk kebakaran hutan dan lahan relatif lebih dapat dikendalikan dibanding sebelum 2015,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....