Bapanas Usulkan Telur dan Ayam Masuk Bantuan Pangan 2027
- 30 Jun 2026 21:30 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan komoditas telur ayam dan daging ayam karkas kembali dimasukkan dalam program bantuan pangan pemerintah mulai tahun 2027. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan penyerapan hasil produksi peternak.
Melansir dari Bloomberg Technoz, usulan tersebut disampaikan Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy saat menerima audiensi Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) di Jakarta pada Rabu, 24 Juni 2026. Selain melalui program bantuan pangan, Bapanas juga berupaya meningkatkan penyerapan produk unggas melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).
Sarwo Edhy mengatakan usulan tersebut telah disiapkan untuk tahun 2027. Namun, apabila Komisi IV DPR RI menyetujui revisi anggaran pada tahun ini, pelaksanaannya berpeluang dipercepat.
"Tahun 2027 (sudah) kita usulkan. Tahun ini mungkin kalau dari Komisi IV DPR RI menghendaki revisi anggaran, maka akan dilaksanakan dalam tahun ini," ujar Sarwo Edhy.
Menurutnya, program tersebut juga diharapkan dapat terintegrasi dengan kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga mampu menyerap hasil produksi peternak sekaligus menjaga stabilitas harga telur dan daging ayam. Ia menilai saat ini selisih harga ayam di tingkat produsen dan konsumen masih cukup lebar sehingga berpotensi merugikan salah satu pihak.
"Ini sangat baik untuk stabilisasi pasokan dan harga daging ayam dan telur ayam," katanya.
Sementara itu, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono mengatakan program serupa yang dijalankan pada 2023 dan 2024 terbukti memberikan dampak positif bagi peternak. Saat itu, pemerintah menyalurkan bantuan pangan untuk penanganan stunting kepada sekitar 1,4 juta keluarga penerima manfaat berupa satu kilogram daging ayam dan 10 butir telur ayam selama tiga bulan.
"Itu dulu dengan 1,4 juta keluarga penerima atau sekitar 14 ribu ton per bulan, itu sudah cukup bagus menahan harga dan itu diakui oleh para peternak," ujar Maino.
Maino menambahkan, program tersebut juga melibatkan ribuan peternak rakyat, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pada 2024, tercatat sebanyak 8.778 peternak telah bermitra dalam penyaluran bantuan pangan, terdiri atas 6.895 peternak ayam petelur dan 1.883 peternak ayam broiler.
Selain mengusulkan kembali bantuan pangan, Bapanas akan terus mendorong penyerapan produk unggas melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang digelar secara rutin setiap pekan. Meski volume penyerapannya tidak besar, program tersebut dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap stabilisasi harga apabila dilakukan secara berkelanjutan.
"Kita bersama seluruh dinas pangan Indonesia aktif melakukannya," kata Maino.
Bapanas juga mendorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis membeli produk unggas langsung dari peternak dengan harga mendekati Harga Acuan Pembelian (HAP). Skema tersebut telah diuji coba di Jawa Timur dan Jawa Tengah, serta diharapkan dapat diterapkan secara nasional setelah Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan usai libur sekolah pada pertengahan Juli 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....