Aktivasi Coretax Masih Rendah, DJP Percepat Sosialisasi

  • 23 Nov 2025 21:04 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Kementerian Keuangan melaporkan progres aktivasi akun perpajakan berbasis sistem Coretax yang hingga 16 November 2025 baru mencapai 3,18 juta Wajib Pajak (WP). Jumlah tersebut mencakup 569 ribu WP badan dan sekitar 2,6 juta WP orang pribadi.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menjelaskan, capaian ini baru memenuhi 21,6 persen dari target aktivasi yang ditetapkan Ditjen Pajak (DJP), yakni 14 juta WP. Ia menegaskan pentingnya percepatan aktivasi sebagai bagian dari modernisasi layanan perpajakan nasional.

Dari total WP orang pribadi yang telah mengaktifkan akun Coretax, sebanyak 1,6 juta sudah menyelesaikan proses registrasi kode otorisasi dan tanda tangan digital. Angka itu setara 11,92 persen dari keseluruhan WP terdaftar.

Melihat masih rendahnya partisipasi, DJP memperluas kerja sama lintas lembaga untuk mendorong percepatan aktivasi dan registrasi. Dorongan serupa juga dilakukan melalui Surat Edaran Kementerian PAN-RB yang mewajibkan seluruh ASN, TNI, dan Polri menyelesaikan aktivasi akun Coretax sebelum 31 Desember 2025.

Selain itu, DJP turut mengajak masyarakat umum serta sektor usaha untuk melakukan aktivasi secara mandiri sebagai bentuk kepatuhan perpajakan. “Kami juga bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan dan para pemberi kerja untuk meningkatkan aktivitas pendaftaran Coretax-nya di lingkungan usahanya masing-masing,” ujar Bimo.

Di sisi lain, Kementerian Keuangan melaporkan realisasi penerimaan pajak hingga Oktober 2025 mencapai Rp1.459 triliun atau 70,2 persen dari target tahun ini. Capaian tersebut tercatat menurun 3,85 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Penurunan terbesar terjadi pada PPh Orang Pribadi dan PPh Pasal 21 yang tercatat merosot 12,8 persen menjadi Rp191,66 triliun. PPh Badan turut menunjukkan penurunan 9,6 persen, diikuti PPN dan PPnBM yang susut 10,3 persen. Sementara itu, penerimaan jenis pajak lainnya justru naik signifikan hingga 42,3 persen dibanding tahun lalu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....