Susu dalam MBG Jadi Simbol Kebijakan Gizi Nasional
- 13 Okt 2025 00:08 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan kehadiran susu dalam makan bergizi gratis (MBG) bukan keputusan spontan, melainkan hasil dari kajian ilmiah dan kebijakan berbasis bukti.
BGN menyampaikan dalam semua panduan makan (dietary guidance) di beberapa negara seperti Malaysia, Jepang, China, termasuk panduan gizi seimbang yang dikenal dengan IsiPiringku dari Kemenkes RI dan prinsip B2SA (beragam, bergizi, seimbang dan aman) dari Bapanas RI, semuanya memasukkan susu (dairy) sebagai bagian dari pedoman-pedoman tersebut.
Susu merupakan paket gizi lengkap yang mengandung 13 zat gizi esensial, seperti protein, kalsium, dan vitamin D. Kandungan ini sangat penting bagi anak usia sekolah untuk mendukung pertumbuhan tulang, perkembangan otak, dan imunitas tubuh,” jelas Tim Pakar Bidang Susu BGN), Epi Taufik dikutip dari siaran pers, Minggu (12/10/2025).
Menurut dia, masa usia 9–12 tahun adalah periode peak growth velocity, di mana anak-anak mengalami percepatan pertumbuhan tinggi badan dan peningkatan kebutuhan energi. Sehingga, menu susu dapat membantu menambah kalsium bagi anak-anak.
Menurut dia, masa usia 9–12 tahun adalah periode peak growth velocity, di mana anak-anak mengalami percepatan pertumbuhan tinggi badan dan peningkatan kebutuhan energi. Sehingga, menu susu dapat membantu menambah kalsium bagi anak-anak.
“Kandungan kalsium dari makanan harian biasanya baru memenuhi 7–12 persen dari kebutuhan harian. Tambahan dari susu membantu menutup kekurangan itu agar pertumbuhan anak optimal”.tuturnya.
Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati menjelaskan bahwa MBG tidak hanya berdampak pada gizi anak, tapi juga memberikan efek ekonomi berantai.
Dengan ketentuan minimal 20 persen kandungan susu segar dalam setiap produk MBG, program ini membuka pasar luas bagi peternak rakyat di seluruh Indonesia.
“Susu dalam MBG bukan hanya menyehatkan anak-anak, tapi juga menghidupkan ekonomi desa. Peternak lokal kini memiliki pasar yang stabil dan berkelanjutan”. Ujarnya.
Hida mengatakan BGN terus memastikan pelaksanaan MBG dijalankan dengan prinsip gizi seimbang, transparansi, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Selain mendukung penurunan angka stunting, MBG juga diharapkan menumbuhkan kesadaran pentingnya pola makan sehat berbasis pangan lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....