Pendidikan Iklim Minim, Isu Lingkungan Belum Jadi Prioritas

  • 30 Agt 2025 22:09 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar dunia saat ini. Namun di Indonesia, pendidikan iklim belum mendapat porsi yang memadai dalam kurikulum nasional. Materi terkait perubahan iklim hanya disisipkan dalam pelajaran IPA atau Geografi, tanpa pembahasan mendalam mengenai dampaknya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan masa depan generasi muda.

Minimnya guru yang terlatih secara khusus dalam isu iklim juga membuat pembelajaran sering bersifat teoritis, bukan aplikatif. Padahal, banyak anak muda menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap isu keberlanjutan dan aksi lingkungan. Sebagian besar justru belajar dari komunitas, media sosial, maupun kegiatan organisasi non-pemerintah.

Sementara itu, di ranah politik nasional, isu lingkungan masih belum menjadi agenda utama partai politik. Fokus utama politik praktis masih berkisar pada ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kesejahteraan. Agenda hijau atau program pro-lingkungan jarang ditampilkan secara konkret dalam kampanye maupun debat politik.

Isu-isu strategis seperti deforestasi, polusi udara, krisis air bersih, hingga transisi energi belum mendapat perhatian besar. Kebijakan lingkungan pun kerap berbenturan dengan kepentingan investasi di sektor ekstraktif seperti tambang, sawit, dan energi fosil.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pendidikan iklim dan isu lingkungan masih dipandang sebelah mata. Padahal, tanpa kesadaran sejak dini dan komitmen politik yang kuat, Indonesia berisiko tertinggal dalam menghadapi tantangan krisis iklim yang kian nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....