Program MBG Segera Masuk Sekolah di Nabire Barat

  • 30 Jan 2026 22:41 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN) dipastikan segera menyasar sejumlah sekolah di Kabupaten Nabire pada awal Februari 2026. Kepastian ini menyusul kunjungan kerja Koordinator Wilayah SPPG BGN Nabire bersama tim ke beberapa sekolah calon penerima manfaat.

Sekolah yang telah dikunjungi antara lain SD Inpres Jayanti, SMP Negeri 9 Nabire, SMP Negeri 1 Nabire Barat, SD Inpres Waroki, dan SD Inpres Kalibobo. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menyosialisasikan teknis pelaksanaan program MBG sekaligus mempersiapkan berbagai kebutuhan pendukung sebelum program resmi digulirkan.

Koordinator Wilayah SPPG BGN Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, mengatakan pihak sekolah, baik kepala sekolah, guru, siswa hingga orang tua, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program MBG. Bahkan, kata dia, sebagian besar sekolah telah menantikan program ini sejak tahun 2025 lalu.

“Antusiasme mereka luar biasa. Anak-anak sangat bahagia saat mendengar kabar ini. Ini menjadi tantangan sekaligus penyemangat bagi kami untuk memastikan program MBG berjalan optimal, khususnya di wilayah Nabire Barat,” ujar Marsel kepada RRI Nabire, Kamis (30/1/2026) malam.

Marsel menegaskan, sekolah-sekolah yang telah dikunjungi tersebut ditargetkan sudah mulai menerima manfaat program MBG pada awal Februari 2026. Menurutnya, program ini bukan sekadar pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga bagian dari upaya membangun kualitas generasi penerus bangsa.

Meski demikian, Marsel mengakui pelaksanaan program MBG di Nabire belum sepenuhnya maksimal. Pasalnya, wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Papua hingga kini masih belum tersentuh secara menyeluruh.

“Kami berharap ada percepatan. Jika BGN di tingkat nasional membuka akses pendaftaran dapur-dapur MBG, khususnya di Papua, maka percepatan bisa segera dilakukan,” katanya.

Ia juga menaruh harapan besar agar program MBG di wilayah 3T tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal, khususnya kontraktor Orang Asli Papua (OAP).

“Harapan kami, kontraktor OAP bisa diserap, terdaftar dalam satgas kabupaten, dan langsung turun bekerja di lapangan. Dengan begitu, dapur MBG bisa segera dibangun dan anak-anak di wilayah 3T Papua bisa menikmati Makan Bergizi Gratis,” ujarnya menambahkan.

Marsel menegaskan program MBG harus terus berjalan dan diperluas, terutama di Tanah Papua dan Kabupaten Nabire. Menurutnya, program ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak Papua dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....