Macam-Macam Kerupuk, Pelengkap Hidangan yang Digemari Masyarakat Indonesia

  • 29 Jun 2026 22:35 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire – Kerupuk menjadi salah satu makanan pelengkap yang hampir selalu hadir di meja makan masyarakat Indonesia. Teksturnya yang renyah dan cita rasanya yang gurih membuat kerupuk cocok disantap bersama berbagai jenis makanan, mulai dari nasi, mi, bakso, hingga soto. Di berbagai daerah, kerupuk juga memiliki beragam jenis dengan bahan baku dan cita rasa yang khas.

1. Kerupuk Udang

Salah satu jenis yang paling populer adalah kerupuk udang. Kerupuk ini dibuat dari campuran tepung tapioka dan udang sehingga memiliki aroma laut yang khas. Kerupuk udang sering disajikan sebagai pelengkap hidangan nasi maupun makanan berkuah.

2. Kerupuk Ikan

Jenis lainnya adalah kerupuk ikan, yang dibuat dari daging ikan seperti tenggiri, gabus, atau ikan laut lainnya. Kerupuk ini memiliki rasa gurih alami dan menjadi salah satu oleh-oleh khas dari daerah pesisir.

3. Kerupuk Bawang

Masyarakat juga mengenal kerupuk bawang, yang terbuat dari tepung tapioka dengan tambahan bawang putih dan bumbu lainnya. Kerupuk ini memiliki rasa gurih sederhana dan banyak diproduksi sebagai camilan maupun pelengkap makanan.

4. Kerupuk Kulit

Tak kalah populer adalah kerupuk kulit atau rambak. Kerupuk ini dibuat dari kulit sapi atau kulit kerbau yang melalui proses pengolahan hingga menghasilkan tekstur renyah. Rambak banyak dijumpai sebagai pelengkap soto, nasi pecel, maupun hidangan tradisional lainnya.

5. Kerupuk Putih

Sementara itu, kerupuk putih atau kerupuk aci merupakan jenis yang paling mudah ditemukan di pasaran. Dibuat dari tepung tapioka, kerupuk ini memiliki rasa ringan dan cocok dipadukan dengan berbagai jenis lauk.

Di beberapa daerah terdapat pula kerupuk jangek, kerupuk singkong, kerupuk jagung, hingga kerupuk sayur yang dibuat dengan tambahan bayam, wortel, atau daun kelor untuk memberikan variasi rasa dan kandungan gizi.

Seiring berkembangnya industri makanan, kini hadir pula kerupuk dengan berbagai varian rasa, seperti balado, keju, barbeque, rumput laut, pedas, hingga rasa ayam panggang. Inovasi tersebut membuat kerupuk semakin diminati oleh berbagai kalangan, terutama anak muda.

Meski menjadi makanan favorit, ahli gizi mengingatkan agar konsumsi kerupuk tetap dilakukan secara bijak. Sebagian besar kerupuk mengandung karbohidrat dan natrium yang cukup tinggi, terutama jika digoreng. Sebagai alternatif yang lebih sehat, masyarakat dapat memilih kerupuk yang dipanggang atau diolah tanpa banyak minyak.

Kerupuk bukan hanya pelengkap hidangan, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner Indonesia yang terus berkembang. Beragam jenis dan cita rasanya mencerminkan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan yang digemari dari generasi ke generasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....