Hari Pasta Sedunia yang Diperingati 25 Oktober

  • 25 Okt 2025 12:50 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Setiap tanggal 25 Oktober, dunia merayakan World Pasta Day atau Hari Pasta Sedunia. Peringatan ini bukan sekadar ajang menikmati sepiring spaghetti atau fettuccine, tetapi juga momentum untuk menyoroti keberagaman kuliner, kreativitas pangan, dan pentingnya pola makan berkelanjutan di era modern.

Hari Pasta Sedunia pertama kali diperingati pada tahun 1998 di Italia, diprakarsai oleh International Pasta Organisation (IPO). Tujuannya sederhana namun bermakna besar: mengangkat pasta sebagai makanan bergizi yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, tanpa memandang batas negara maupun budaya.

Sejak saat itu, berbagai negara berpartisipasi dengan menggelar festival, lomba memasak, hingga seminar pangan yang membahas nilai gizi dan ekonomi dari makanan berbasis gandum ini.

Di tahun 2025, perayaan Hari Pasta Sedunia menyoroti tren global menuju pola makan sehat dan ramah lingkungan. Banyak koki dan produsen mulai berinovasi dengan menciptakan pasta berbahan alternatif seperti gandum utuh, kacang-kacangan, quinoa, hingga sayuran hijau. Tujuannya untuk memberikan asupan serat dan protein yang lebih tinggi, tanpa mengurangi cita rasa yang khas.

Bahkan, di Indonesia mulai muncul kreasi lokal seperti pasta berbahan dasar sagu dan singkong, yang tidak hanya sehat tetapi juga memperkenalkan kekayaan bahan pangan Nusantara kepada dunia.

Lebih dari sekadar makanan, pasta menjadi simbol persaudaraan dan kebersamaan. Setiap hidangan pasta mengandung filosofi sederhana: menyatukan banyak bahan berbeda menjadi satu cita rasa yang harmonis. Nilai ini sejalan dengan semangat kebersamaan masyarakat dunia bahwa perbedaan justru dapat berpadu indah bila diolah dengan cinta dan saling menghargai.

Meski identik dengan Italia, pasta telah melintasi lautan dan benua. Di Indonesia, pasta telah menjadi bagian dari gaya hidup modern, hadir di berbagai restoran, kafe, hingga dapur rumah tangga. Masyarakat kini tak hanya menyantap pasta sebagai makanan mewah, tetapi juga sebagai simbol keterbukaan terhadap kuliner dunia yang terus berkembang.

Melalui semangkuk pasta, kita belajar tentang proses dari menanam gandum, menggiling tepung, membentuk adonan, hingga menyajikannya hangat di meja makan. Semuanya mencerminkan kerja sama, dedikasi, dan cinta terhadap kehidupan.

Hari Pasta Sedunia 2025 bukan hanya milik Italia, tetapi milik semua orang yang mencintai makanan, keberagaman, dan kebersamaan. Mari rayakan hari ini dengan sepiring pasta, entah itu spaghetti klasik, penne pedas, atau kreasi lokal yang unik. Karena di setiap suapan, ada pesan universal: makanan bisa menyatukan kita semua. (Falen Nelwan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....