Proses Pembuatan Kacang Mete. Dari Kebun sampai Kemasan
- 21 Sep 2025 19:51 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Kacang mete atau Anacardium occidentale adalah salah satu komoditas unggulan yang banyak diproduksi di berbagai daerah tropis Indonesia. Meski bentuknya kecil, proses untuk menghasilkan mete yang renyah, bersih, dan aman dikonsumsi melibatkan beberapa tahapan teknis dan pengerjaan yang teliti, mulai dari panen di kebun sampai menjadi produk jadi yang siap dikemas dan dijual.
Simak langkah demi langkah proses pembuatan kacang mete yang umum dijalankan oleh pelaku usaha kecil dan industri pengolahan.
1. Panen dan Pemilihan Buah
Proses dimulai dari panen buah mete. Buah mete terdiri dari bagian buah utama (jambu mete) dan biji yang menempel di bagian bawah (yang akan menjadi kacang mete setelah diproses). Pemanenan dilakukan ketika buah matang, umumnya berwarna kuning-merah dan mudah dipetik. Setelah dipanen, biji mete dipisahkan dari buah dan dikumpulkan untuk proses selanjutnya.
2. Pengeringan Awal
Biji mete masih mengandung kadar air tinggi dan harus dikeringkan untuk mencegah jamur serta memudahkan proses pengelupasan kulit luar. Pengeringan bisa dilakukan secara alami (penjemuran di bawah sinar matahari selama beberapa hari) atau menggunakan pengering mekanis untuk hasil yang lebih konsisten. Tahap ini penting untuk menurunkan kadar air hingga tingkat yang aman untuk penanganan lebih lanjut.
3. Pemecahan Cangkang Kasar
Biji mete memiliki kulit keras yang melindungi kernel di dalamnya. Pemecahan cangkang kasar dilakukan untuk membuka bagian luar ini dan mengambil kernel. Cara tradisional meliputi pemecahan manual dengan alat sederhana, sedangkan industri menggunakan mesin pemecah khusus yang dirancang untuk memecah cangkang tanpa merusak kernel di dalamnya.
4. Penanganan Zat Berbahaya (Cangkang Sumber Minyak)
Cangkang mete mengandung cairan yang bersifat korosif dan dapat menyebabkan iritasi kulit. Oleh karena itu penanganan cangkang dilakukan dengan hati-hati. Pekerja memakai sarung tangan dan pelindung, serta area kerja diatur agar ada ventilasi baik. Di industri, residu CNSL biasanya dikelola secara aman dan dapat menjadi bahan baku industri kimia setelah pengolahan lebih lanjut.
| Baca juga: Salad Sayuran Mei Bihun Kacang Kaleng Lezat |
5. Pemanggangan (Roasting)
Kernel yang sudah dipisahkan dari cangkang kemudian dipanggang. Pemanggangan berfungsi untuk mengurangi kelembapan lebih lanjut, mengembangkan rasa (aroma dan gurih), memudahkan proses pengelupasan kulit tipis (skinning)
Pemanggangan dapat dilakukan dengan berbagai metode, di oven industri, drum roaster, atau secara tradisional. Waktu dan suhu pemanggangan disesuaikan agar kernel matang merata tanpa gosong.
6. Pengupasan Kulit Tipis (Peeling)
Setelah dipanggang, kernel akan memiliki kulit tipis kecokelatan yang mudah dikupas. Proses pengupasan bisa dilakukan secara mekanis (menggunakan mesin peeling) atau manual (dengan tangan untuk produk premium). Hasil pengupasan yang baik menghasilkan mete berwarna cerah dan tampilan menarik bagi konsumen.
7. Penyortiran dan Grading
Kacang mete disortir berdasarkan ukuran, warna, bentuk, dan kualitas, misalnya: utuh, patah, atau cacat.
Grading penting karena menentukan kategori produk seperti whole, half, pieces, serta harga jual. Penyortiran sekarang sering dibantu mesin getar, saringan, dan pemeriksaan visual manual untuk memastikan standar mutu.
8. Pengawasan Mutu (Quality Control)
Sebelum dikemas, sampel mete diperiksa untuk memastikan kadar air, kandungan kotoran atau benda asing, rasa dan bau (untuk mendeteksi tengik), keamanan mikrobiologi bila diperlukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....