Filosofi Kue Tradisional Nagasari

  • 19 Agt 2025 16:42 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Kue nagasari biasanya dibuat dengan cita rasa khas nikmat tentunya sangat cocok untuk lidah masyarakat Indonesia. Kue nagasari menjadi tradisi makanan tradisional yang tak habis oleh zaman.

Kue tradisional Indonesia memiliki ciri ragam khas yang berbeda dan cita rasa yang nikmat, seperti adanya kue nagasari. Terdapat filosofi nagasari yang dapat diketahui masyarakat secara umum.

Dikutip dari buku Filosofi dan Histori Budaya dan Makanan Tradisional Nusantara, Dr. Saeful Kurniawan, filosofi nagasari memiliki makna tersembunyi yang tak habis oleh zaman.

Konon kue basah nagasari berasal dari daerah penghasil beras terbesar di Jawa Barat, yaitu Indramayu. Namun kue nagasari banyak ditemui di beberapa wilayah di Jawa.

Rupanya kue nagasari ini memiliki makna yang tidak sembarangan, biasanya kue nagasari dibuat untuk acara kematian dan kehadirannya seakan membawa sial.

Kue nagasari terbuat dari tepung beras, tepung sagu, santan, dan gula, kemudian diisi dengan daun pisang, atau ada yang membungkusnya menggunakan daun pandan.

Filosofi nagasari ternyata bukan dari bahan bakunya, namun dari namanya tersendiri.

Naga yang berarti hewan legenda yang menjadi lambang hewan kehormatan di Cina dan Sari diibaratkan sebagai isi dari suatu benda.

Apabila digabungkan penamaannya memiliki arti yang melambangkan kehormatan dan isi dari suatu benda. Maksudnya dari apa yang dilakukan oleh seseorang yang terpenting adalah isi utamanya yang dianggap terhormat.

Artinya saat seseorang melakukan suatu kebaikan maka harus diiringi dengan ketulusan hati supaya diberkahi oleh Tuhan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....