Umbi Pakis, Pangan Alternatif yang Mulai Dilirik Peneliti
- 19 Jul 2025 20:28 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Apakah anda pernah mendengar, atau mengonsumsi umbi pakis? Secara botani, sebagian besar tanaman pakis tidak memiliki "umbi" dalam pengertian umum seperti pada singkong atau kentang. Namun, beberapa jenis pakis memiliki rizoma, batang bawah tanah tebal dan berdaging yang menyimpan cadangan makanan. Rizoma inilah yang kerap disebut secara lokal sebagai umbi pakis.
Di beberapa daerah di Indonesia dan Asia Tenggara, rizoma atau "umbi" pakis jenis tertentu pernah dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat cadangan, terutama saat masa paceklik. Misalnya di wilayah pedalaman Papua dan Maluku, masyarakat tradisional mengolah bagian bawah tanah pakis untuk dikeringkan dan dijadikan tepung campuran. Sedangkan di Asia Timur, beberapa jenis pakis seperti Osmunda japonica dikenal memiliki akar berdaging yang dimanfaatkan untuk ramuan herbal.
Namun, konsumsi umbi pakis bukan tanpa risiko, karena sebagian besar mengandung senyawa beracun seperti ptaquiloside atau asam sianida yang harus diolah secara benar untuk aman dikonsumsi. Penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak dari umbi pakis juga memiliki potensi antioksidan alami, dan dapat digunakan dalam pengembangan suplemen herbal atau produk makanan fungsional.
Tantangan utama dalam pengembangan umbi pakis sebagai pangan komersial adalah proses pengolahan awalnya, karena beberapa spesies pakis mengandung senyawa toksin alami seperti ptaquiloside yang perlu dihilangkan melalui perebusan atau fermentasi.
Dengan meningkatnya perhatian terhadap pangan lokal berkelanjutan, umbi pakis berpeluang menjadi salah satu bahan pangan alternatif yang bukan hanya bergizi tinggi, tetapi juga ramah lingkungan. Umbi pakis memang belum dikenal luas sebagai bahan pangan, namun potensi yang dimilikinya menarik untuk dijelajahi lebih jauh. Di tengah tren kembali ke alam dan pemanfaatan pangan lokal, mungkin saatnya memberi perhatian lebih pada bagian tersembunyi dari tumbuhan pakis ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....