Aki, Buah Langka dari Hutan Tropis yang Mendunia

  • 29 Jun 2025 21:09 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Buah aki, tanaman yang dulunya hanya dikenal oleh masyarakat pedalaman di Asia Tenggara, kini mulai mencuri perhatian para peneliti dan pecinta tanaman langka. Buah ini tumbuh liar di hutan-hutan tropis dan dikenal karena bentuknya yang unik serta khasiat kesehatannya yang mulai diteliti lebih dalam.

Buah aki memiliki ciri khas kulit yang keras dan warna mencolok saat matang, merah menyala atau jingga. Di dalamnya terdapat biji berwarna hitam legam yang dibungkus oleh daging buah berwarna putih kekuningan. Rasanya manis getir dengan aroma tajam, mirip kombinasi antara durian dan rambutan.

Masyarakat adat di Kalimantan dan Papua sudah lama memanfaatkan buah ini, baik sebagai makanan maupun obat tradisional. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak biji buah aki mengandung senyawa antioksidan tinggi yang potensial untuk mengatasi peradangan dan memperkuat daya tahan tubuh.

Sayangnya, karena kelangkaannya dan belum adanya budidaya skala besar, buah aki sulit ditemukan di pasar umum. Harganya di pasar lokal pun bisa mencapai ratusan ribu rupiah per kilogram, dan bahkan lebih tinggi di pasar internasional.

Kini, sejumlah komunitas petani dan peneliti mencoba mengembangkan program konservasi dan budidaya buah aki. Pemerintah daerah juga mulai mendukung pelestarian tanaman langka ini melalui program agrowisata dan penelitian lanjutan.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya keanekaragaman hayati, buah aki bisa menjadi simbol pelestarian sekaligus inovasi dalam dunia pangan masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....