Pembuatan Sagu hingga Jadi Papeda, Makanan Khas Papua
- 27 Apr 2025 13:50 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Papeda merupakan makanan pokok masyarakat Papua dan Maluku yang berbahan dasar sagu. Makanan ini memiliki tekstur lengket dan transparan, biasa disantap bersama ikan kuah kuning atau sayuran. Proses pembuatan papeda cukup panjang, dimulai dari pengolahan pohon sagu hingga menjadi makanan siap saji. Dilansir dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Teknologi Pengolahan Sagu. Berikut ini adalah tahapan-tahapan pembuatannya:
1. Penebangan Pohon Sagu
Pohon sagu yang telah matang (sekitar 8–10 tahun) ditebang. Umumnya pohon sagu yang dipilih sudah menunjukkan tanda-tanda siap panen, seperti batang yang besar dan daun mengering. Seperti yang disebutkan oleh Wambrauw (2019) dalam jurnal Pengolahan dan Pemanfaatan Sagu di Papua, “Pohon sagu harus dipanen pada saat kandungan patinya maksimal, yaitu ketika sudah tidak tumbuh tunas baru.”
2. Pengupasan dan Pemarutan
Batang sagu dikupas kulitnya, lalu bagian empulur (inti batang) diparut untuk menghasilkan serbuk halus. Di banyak daerah, proses ini dilakukan secara tradisional menggunakan alat sederhana dari bambu atau kayu.
3. Pencucian dan Penyaringan Pati
Serbuk hasil parutan dicampur dengan air dan diperas. Campuran ini disaring untuk memisahkan ampas dari larutan pati. Larutan kemudian diendapkan untuk mendapatkan pati murni. Menurut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), proses ini disebut pemurnian pati sagu.
4. Pengendapan dan Pengeringan
Setelah endapan terbentuk, air dibuang dan pati bisa langsung digunakan atau dikeringkan menjadi tepung. Tepung ini bisa disimpan dalam waktu lama sebagai cadangan bahan makanan.
5. Pembuatan Papeda
Untuk membuat papeda, tepung sagu dicampur dengan sedikit air dingin, lalu disiram dengan air mendidih sambil diaduk cepat hingga menjadi kental dan bening. Proses ini disebut juga sebagai pengentalan dengan gelatinisasi pati.
6. Penyajian
Papeda disajikan dengan lauk khas Papua seperti ikan kuah kuning yang dibumbui dengan kunyit, serai, daun kemangi, dan rempah lainnya. Seperti ditulis oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam modul pembelajaran budaya Papua (2020), Papeda bukan hanya makanan pokok, tetapi juga lambang kebersamaan dalam tradisi makan bersama masyarakat Papua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....