IDAI: Influenza A Perlu Diwaspadai karena Cepat Bermutasi
- 20 Sep 2026 10:53 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Masyarakat diminta mewaspadai influenza, terutama influenza A, yang memiliki kemampuan bermutasi dan menular dengan cepat. Kelompok anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena influenza dapat menimbulkan gejala lebih berat hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa influenza A dapat menyebabkan penyakit yang lebih berat dibandingkan selesma atau common cold. Kelompok yang berisiko mengalami gejala berat antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta atau komorbid.
Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K), mengatakan sekitar lima persen anak yang mengalami influenza berisiko membutuhkan perawatan di rumah sakit. Dari anak yang menjalani perawatan, sekitar 80 persen berusia di bawah dua tahun dan sekitar setengahnya merupakan bayi berusia kurang dari enam bulan.
"Sehingga tidak heran, balita, kemudian yang memiliki komorbid terutama neurologi, atau yang butuh rawatan lama, atau anak-anak di daycare karena padat termasuk juga di area yang padat itu berisiko untuk reinfeksi oleh influenza," jelasnya dalam konferensi pers secara daring, Jumat 18 September 2026.
Anggraini menjelaskan, influenza juga dapat menular lebih cepat dibandingkan Covid-19. Pada anak-anak, risiko mengalami influenza dengan gejala dapat mencapai dua kali lipat dibandingkan orang dewasa karena daya tahan tubuh terhadap influenza belum terbentuk secara optimal.
Gejala influenza umumnya muncul secara cepat, seperti demam, sakit kepala, nyeri badan, sakit tenggorokan, batuk kering, serta rasa lelah. Gejala biasanya mencapai puncak pada hari keempat hingga kelima sebelum memasuki fase penyembuhan, meski rasa tidak nyaman dapat bertahan lebih dari dua minggu.
Influenza juga dapat menimbulkan komplikasi, terutama pada saluran pernapasan. Pada anak yang memiliki asma, infeksi influenza dapat memicu kekambuhan. Infeksi influenza juga dapat berkaitan dengan gangguan pada sistem kardiovaskular.
Anggraini menekankan influenza berbeda dengan selesma yang umumnya memiliki gejala lebih ringan dan berkembang secara bertahap. Pada influenza, sejumlah gejala dapat muncul lebih cepat dan dengan intensitas yang lebih berat.
"Pada influenza, demam, sakit kepala, nyeri badan, dan rasa lelah cenderung muncul lebih cepat dan lebih berat," katanya.
Untuk mencegah penularan, vaksinasi influenza dapat diberikan mulai usia enam bulan sesuai rekomendasi imunisasi IDAI. Selain vaksinasi, masyarakat dianjurkan menerapkan etika batuk, menggunakan masker ketika sedang sakit, mencuci tangan, menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut, serta memastikan ventilasi ruangan tetap baik.
Influenza dapat menular melalui percikan atau droplet, maupun secara tidak langsung melalui permukaan yang telah terkontaminasi. Virus dapat bertahan lebih lama pada permukaan tertentu sehingga kebersihan tangan dan lingkungan menjadi bagian penting dalam pencegahan penularan.
Dalam penanganannya, salah satu antivirus yang dapat digunakan untuk influenza adalah oseltamivir. Namun, pemberian obat pada anak harus memperhatikan usia dan berat badan serta dilakukan sesuai arahan dokter.
| Baca juga: Waspada Diabetes Mellitus di Usia Muda |
"Untuk pengobatan, salah satu antivirus yang dapat digunakan adalah oseltamivir dengan dosis yang disesuaikan usia dan berat badan. Namun, penggunaan obat pada anak memiliki batasan tertentu dan sebaiknya dilakukan sesuai arahan dokter," ungkapnya.
Anggraini juga mengingatkan bahwa antibiotik tidak digunakan untuk mengatasi influenza karena penyakit tersebut disebabkan oleh virus. Penggunaan obat perlu disesuaikan dengan kondisi dan pemeriksaan pasien.
Anak yang terinfeksi influenza juga dapat menularkan virus lebih lama dibandingkan orang dewasa. Secara umum, penularan dapat berlangsung sejak 24 jam sebelum gejala muncul hingga sekitar lima hari setelah gejala muncul. Pada anak, masa penularan dapat berlangsung hingga sekitar 10 hari.
"Kalau dirasa, dikatakan adalah 24 jam tidak demam tanpa obat. Dan ingat ya, tidak batuk-batuk atau lemes begitu, ya kalau seperti itu jangan dulu bekerja," kata Anggraini.
Influenza A menjadi perhatian karena virus tersebut dapat mengalami mutasi, termasuk melalui interaksi dengan hewan. Menurut Anggraini, mutasi tertentu berpotensi memengaruhi pola penyebaran virus sehingga kewaspadaan terhadap influenza tetap diperlukan.
"Flu A ini yang kita harus hati-hati karena dia ini hobinya cepat sekali mutasi, tidak hanya manusia, hewan pun juga dan terutama menjadi perhatian kita adalah babi," ujar Anggraini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....