Kepala Kampung Sanoba Minta Pengawasan Berkelanjutan Program P2P

  • 04 Sep 2026 10:00 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire— Kepala Kampung Sanoba, Kornelis Osem, menyambut positif pelaksanaan Rapat Koordinasi, Advokasi, dan Sosialisasi Lintas Sektor Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang digelar di Aula Hotel Carmel, Nabire. Menurutnya, forum ini sangat membantu pemerintah kampung untuk memahami pergumulan besar pemerintah dalam menuntaskan penanganan penyakit prioritas AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM).

"Kegiatan hari ini sangat bagus karena membuat kami di pemerintah kampung lebih tahu apa yang menjadi pergumulan besar pemerintah untuk mengatasi berbagai penyakit, khususnya tiga penyakit utama yang disingkat ATM," kata Kornelis pada Rabu (2/9/2026).

Kornelis mengapresiasi ruang ruang koordinasi yang terbangun antara jajaran Puskesmas dengan pemerintah kampung. Melalui pemahaman yang sama, pihak Puskesmas dan pemerintah kampung dapat mengidentifikasi kendala di lapangan serta merumuskan solusi bersama untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat.

"Kegiatan ini sangat membantu agar di setiap wilayah, Puskesmas bisa mendatangi kami di kampung untuk mengetahui apa yang menjadi kendala dan bagaimana cara mengatasinya. Kami dari pemerintah kampung sangat merespons betul impian pemerintah dalam pemberantasan penyakit," jelasnya.

Kendati demikian, Kornelis mengimbau agar komitmen yang disepakati tidak berhenti begitu saja setelah penutupan acara. Ia berharap pemerintah daerah, baik Dinas Kesehatan Provinsi maupun Kabupaten, dapat memberikan surat resmi dan terus mengawal tindak lanjut ke instansi-instansi terkait.

"Saya berpesan kepada pemerintah daerah agar setelah kegiatan ini selesai, hubungannya jangan terputus begitu saja, tetapi disurati ke instansi-instansi terkait yang berhubungan dengan pemberantasan ini. Selama ini yang kami amati, selesai kegiatan ya sudah, yang di bawah jungkir balik sedangkan yang di atas tinggal lipat tangan," tegasnya.

Selain pengawasan, ia menyoroti pentingnya kejelasan regulasi dan penganggaran agar tidak menimbulkan masalah di tingkat kampung. Kornelis mengingatkan bahwa penggunaan Dana Desa untuk program kesehatan harus masuk dalam perencanaan resmi agar tidak mengorbankan program pembangunan kampung lainnya.

"Saya berharap ada pengawasan dan kalau bisa dianggarkan secara jelas, jangan sampai ujung-ujungnya semua dilarikan ke Dana Desa tanpa penganggaran yang pas. Kita tidak bisa ambil kebijakan begitu saja tanpa masuk program, karena kegiatan lain nanti bisa jadi korban," pungkas Kepala Kampung Sanoba tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....