Agent of Change Dorong Perubahan Perilaku untuk Cegah Stunting di Nabire

  • 31 Agt 2026 19:30 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Nabire terus dikembangkan melalui pendekatan komunikasi antarpribadi dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat sebagai Agent of Change atau agen perubahan.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena pencegahan stunting tidak hanya membutuhkan intervensi di bidang kesehatan, tetapi juga perubahan perilaku di tingkat keluarga dan masyarakat. Hal ini menjadi salah satu fokus dalam Pelatihan Komunikasi Antarpribadi bagi Agent of Change yang digelar PASTI-Papua di Kabupaten Nabire.

Peserta pelatihan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari aparatur sipil negara, guru, rohaniawan, pers, hingga kader Posyandu. Keberagaman peserta diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi kesehatan karena para agen perubahan memiliki ruang interaksi yang berbeda dengan masyarakat.

Komunikasi Antarpribadi Jadi Kunci Perubahan Perilaku

Fasilitator Kelompok Kerja Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat atau RCCE Indonesia, Yesi Maryam, mengatakan pencegahan stunting merupakan proses kompleks yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Menurutnya, komunikasi antarpribadi dapat menjadi salah satu metode untuk mendorong masyarakat memahami pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak serta membangun kesadaran bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama.

“Perubahan perilaku ini dapat terjadi jika ada proses edukasi di masyarakat atau di publik, sehingga banyak warga yang memahami bahwa menjaga kesehatan ibu hamil merupakan tanggung jawab bersama. Nah, komunikasi antarpribadi adalah salah satu metode yang bisa digunakan untuk terjadinya perubahan perilaku tersebut,” ujar Yesi.

Ia menjelaskan, penyampaian pesan kesehatan perlu dilakukan dengan cara yang menyenangkan serta menciptakan suasana akrab dan hangat. Dalam konteks tersebut, Agent of Change memiliki peran penting karena dapat menjadi penghubung antara informasi kesehatan dengan kebutuhan masyarakat.

“Pesan-pesan komunikasi, khususnya kesehatan ibu dan balitanya, dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan suasana yang akrab dan hangat. Agent of Change ini berperan penting untuk mendorong terjadinya perubahan perilaku itu,” lanjutnya.

Kader Posyandu Berhadapan Langsung dengan Keluarga

Pentingnya kemampuan komunikasi juga dirasakan oleh kader Posyandu yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan keluarga sasaran, termasuk ibu hamil serta keluarga yang memiliki bayi dan balita.

Kader Posyandu Anggrek Kampung Air Mandidi, Kabupaten Nabire, Orpa Simopiaref, mengatakan pelatihan tersebut membantu kader meningkatkan kepercayaan diri dalam memberikan edukasi mengenai stunting kepada masyarakat.

Menurut Orpa, tantangan yang dihadapi kader tidak selalu berkaitan dengan kurangnya informasi kesehatan. Dalam sejumlah kondisi, kader juga perlu memiliki cara komunikasi yang tepat agar keluarga bersedia menerima dan memahami informasi yang disampaikan.

“Kalau stunting, ketika kita menjelaskan kepada ibu atau keluarga anak, mereka kadang mengelak. Kadang bilang, ‘Ah, kamu bikin seperti orang kesehatan saja.’ Ketika kami dapat materi dari sini, kami bisa menjadi seorang yang berkomunikasi dengan masyarakat atau dengan keluarga yang mempunyai anak stunting. Kita bisa lebih leluasa lagi untuk menyampaikan supaya mereka bisa paham tentang apa itu stunting,” kata Orpa.

Dari Pelatihan ke Praktik di Masyarakat

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai stunting dan komunikasi antarpribadi, tetapi juga mengikuti diskusi kelompok serta simulasi komunikasi.

Keterampilan tersebut kemudian diarahkan untuk diterapkan melalui praktik langsung di masyarakat. Peserta dibagi ke dalam kelompok untuk melakukan edukasi di sejumlah titik komunitas, sehingga materi yang diperoleh dapat diterapkan dalam interaksi dengan keluarga sasaran.

Pendekatan komunikasi antarpribadi diharapkan membuat pesan kesehatan tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi dapat membangun pemahaman dan mendorong masyarakat mengambil tindakan.

Pesan mengenai pentingnya memanfaatkan layanan Posyandu, konsumsi tablet tambah darah, pemenuhan gizi seimbang, pemberian ASI, serta praktik kesehatan lainnya diharapkan dapat diterima dengan lebih baik ketika disampaikan melalui komunikasi yang dekat, terbuka, dan sesuai dengan kondisi keluarga.

Pelibatan Agent of Change dari berbagai unsur masyarakat menjadi salah satu upaya untuk memperkuat edukasi di tingkat komunitas. Dengan komunikasi yang tepat, pencegahan stunting diharapkan tidak hanya menjadi agenda sektor kesehatan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....