Dinkes Mimika Ingatkan Pelaku Usaha Hindari Bahan Pangan Terlarang

  • 14 Agt 2026 21:54 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika - Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) siap saji bagi pemilik atau penanggung jawab makanan jajanan dan sentra makanan di Kabupaten Mimika tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Horison Ultima Timika, Jumat, 14 Agustus 2026.

Kegiatan ini ditujukan bagi para pengelola pangan, khususnya pemilik usaha makanan siap saji, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pengolahan makanan yang aman serta layak dikonsumsi masyarakat.

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Dwi Crisdiyantoko, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan kepada pengelola pangan mengenai cara mengelola makanan agar tetap aman dan layak dikonsumsi.

Menurutnya, salah satu materi utama yang diberikan dalam penyuluhan adalah lima kunci keamanan pangan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai penyakit yang dapat ditularkan melalui makanan serta prinsip dasar higiene dan sanitasi dalam pengolahan pangan.

Dwi menjelaskan, sasaran kegiatan mencakup pelaku usaha yang menyediakan berbagai jenis makanan siap saji, mulai dari penjual kopi, teh, gorengan, makanan kemasan, hingga makanan lokal yang banyak dijumpai di Kabupaten Mimika.

Ia berharap peningkatan pengetahuan para pengelola pangan dapat membantu menjaga kesehatan masyarakat. Makanan yang dijual kepada konsumen diharapkan tidak hanya menarik dan mudah diperoleh, tetapi juga aman, bersih, higienis, dan berkualitas.

Dwi juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak menggunakan bahan tambahan pangan yang dilarang. Penggunaan bahan seperti pewarna tekstil maupun formalin dalam makanan harus dihindari karena dapat membahayakan kesehatan konsumen.

“Jangan sampai bahan yang seharusnya digunakan untuk tekstil justru digunakan untuk pangan. Itu tidak boleh,” tegasnya, sembari mengatakan edukasi diberikan sebagai langkah pencegahan agar penyalahgunaan bahan berbahaya tidak terjadi di Timika.

Selain makanan olahan, Dwi menyebut makanan lokal seperti pisang rebus dan singkong rebus juga menjadi pilihan yang baik karena umumnya tidak membutuhkan bahan tambahan pangan seperti pewarna atau pemanis buatan. Namun, seluruh makanan tetap harus diolah dengan memperhatikan kebersihan dan keamanan pangan.

Dwi menambahkan, makanan yang diolah secara tidak tepat dan tidak memperhatikan aspek kesehatan dapat berdampak terhadap masyarakat. Karena itu, melalui kegiatan penyuluhan ini, Dinas Kesehatan berharap para pelaku usaha semakin memahami pentingnya keamanan pangan sehingga makanan yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman, higienis, dan layak konsumsi.(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....