Respon Kasus Malaria, Dinkes dan YSBH Gelar Workshop Penyelidikan Epidemiologi

  • 03 Jul 2026 19:58 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Provinsi Papua Tengah adalah wilayah yang endemis malaria yang terbagi menjadi 4 tingkat yaitu Endemis Tinggi III terjadi di Kabupaten Mimika dengan API 575 PER 1000Penduduk , disusul Kabupaten Edemis I Kabupaten Nabire dengan API 49 per 1000 penduduk, Kab Puncak API 24 per 1000 penduduk dan Puncak Jaya dengan API 8,56 PER 1000 penduduk , sedangkan Kabupaten dengan API sedang terjadi di Kab Paniai dengan API 2,3 per 1000 penduduk, kemudian Kab dengan API rendah terjadi di Kab Dogiyai dengan API 0,4 per 1000 Penduduk dan Kab Dogiyai dengan API 0,10 Per 1000 Penduduk, hal ini disampaikan oleh Pungut Sunarto Program Officer Yayasan YSBH.

Pungut Sunarto menyebutkan bahwa Penyelidikan Epidemiologi dilakukan untuk memetakan wilayah distrik atau Puskesmas mana yang sudah pada tahap Pre eliminasi maupun Eliminasi malaria di Kabupaten – Kabupaten terpilih

“ WORKSHOP PE 1-2-5 di lakukan dari tanggal 1 dan 2 juli dengan menghadirkan Narasumber Kementrian Kesehatan, UNICEF, Dinkes Provinsi Papua dan YSBH untuk memberikan Penguatan bagi 16 Puskesmas yang ada di Kabupaten Nabire 10 Puskesmas, Dogiyai 3 Puskesmas dan Deiyai 3 Puskesmas dengan harapan peserta dapat memahami tentang PE 1-2-5 karena Penyelidikan Epidemiologi 1-2-5, merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan untuk menuju eliminasi malaria “ Ucap Pungut Sunarto mantan Kabid P2P Dinas Kesehatan kabupaten Jayapura

Senada dengan Pungut Sunarto, Yenice Derek penanggung jawab malaria Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menjelaskan bahwa peserta yang dilatih nantinya kembali ke tempat tugas masing-masing akan melakukan Penyelidikan Epibemiologi 1-2-5.

“ nanti di Kabupaten masing - masing apabila di temukan kasus Positif di wilayah dengan Endemisitas sedang dan rendah maka dilakukan kegiatan PE sesuai dengan SOP, sehingga akan mendapatkan hasil pemetaan endemisitas malaria dengan pasti dan berbasis data lapangan “ ujar Yeni

Yeni menambahkan nanti setelah terpetakan dengan baik Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah bersama Yayasan Sinar Bhakti Husada (YSBH) dan Tim akan melakukan Penilaian melalui TIM Assesment Penilaian Eliminasi yang akan di bentuk di Provinsi Papua Tengah pada 1-2 bulan kedepan.

“ Harapannya ada Kabupaten atau distrik – distik yang bisa di ditingkat statusnya menjadi eliminasi malaria di Papua Tengah ” Tutup Yeni

Tim kerja Malaria Kementrian Kesehatan , Riskha Tiara Puspadewi menyebutkan bahwa PE 1-2-5 merupakan kegiatan intervensi spesifik yang wajib dilakukan di tahap pembebasan (endemis rendah) dan tahap pemeliharaan (sudah Eliminasi) dan disarankan utk tahap akselerasi (endemis tinggi) dan tahap intensifikasi (endemis sedang).

" Dengan PE ini diharapkan dapat menunjang percepatan Eliminasi malaria. Dimana salah satu persyaratan eliminasi malaria adalah selama 3 tahun tidak ada kasus penularan setempat " sebut Riskha

Selain itu menurut Riskhakegiatan PE bertujuan agar dapat melakukan klasifikasi kasus untuk membedakan kasus penularan setempat atau kasus impor sehingga melalui kegiatan PE 1-2-5.

" setiap kasus yang ditemukan dapat ditindaklanjuti dengan penyelidikan kasus, penyelidikan fokus sampai intervensi penanggulangan vektornya " Tutup Riskha

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....