Kadinkes Silas Numobogre Pastikan Tidak Ada Wabah Diare dan Muntaber di Bawei

  • 24 Jun 2026 13:10 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Silas Numobogre, mengklarifikasi informasi yang beredar luas di media sosial mengenai dugaan wabah muntaber dan diare di Kampung Bawei, Distrik Teluk Umar. Menurutnya, informasi dalam selebaran tersebut tidak sesuai dengan hasil investigasi tim kesehatan di lapangan.

Silas mengatakan dirinya bersama tim Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire telah turun langsung ke Kampung Bawei untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat setelah beredarnya flyer yang menyebut terjadi wabah malaria dan diare serta tidak adanya pelayanan kesehatan.

"Hasil investigasi kami di lapangan menunjukkan bahwa informasi yang beredar itu tidak benar. Tidak ditemukan kasus diare maupun muntaber seperti yang diberitakan di media sosial," tegas Silas saat dijumpai RRI di Kampung Bawei, Selasa 23 Juni 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan medis, keluhan yang dialami masyarakat lebih banyak mengarah pada Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan malaria.

"Masyarakat yang diperiksa umumnya mengalami gejala ISPA seperti demam, pilek, badan terasa panas dingin, dan sebagian juga terdiagnosis malaria. Jadi bukan wabah diare ataupun muntaber," jelasnya.

Silas menambahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire telah memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan kepada masyarakat Kampung Bawei. Pelayanan serupa juga dilanjutkan di Kampung Yeretuar untuk mengetahui kondisi kesehatan warga sekaligus memberikan penanganan medis sesuai penyakit yang diderita.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial. Menurutnya, setiap informasi mengenai kondisi kesehatan masyarakat sebaiknya dikonfirmasi kepada instansi yang berwenang agar tidak menimbulkan keresahan.

"Dinas Kesehatan tetap berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk di wilayah-wilayah pesisir dan terpencil di Kabupaten Nabire," ujarnya.

Sebelumnya, sebuah flyer yang beredar di media sosial menyebutkan terjadi "darurat kesehatan" di Kampung Bawei akibat wabah malaria dan diare serta tidak adanya petugas kesehatan. Namun, hasil investigasi Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire memastikan bahwa informasi mengenai wabah diare dan muntaber tersebut tidak terbukti.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....