Peringatan Hari Malaria Sedunia, Mimika Fokus Turunkan Kasus Malaria
- 24 Apr 2026 17:33 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika – Dalam rangka memperingati Hari Malaria Sedunia yang diperingati setiap tanggal 25 April, pemerintah terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit malaria. Peringatan ini diinisiasi oleh World Health Organization sebagai upaya global untuk mencegah, mengendalikan, dan mengobati malaria.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, pada Jumat 24 April 2026 menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah strategis dalam upaya penanggulangan malaria, termasuk bekerja sama dengan pemerintah provinsi.
Menurutnya, Pemkab Mimika menargetkan penurunan angka malaria secara bertahap hingga tahun 2030. “Target kita sudah jelas, pada tahun 2030 kita bisa menurunkan paling tidak lima persen. Upaya ini terus kita jalankan secara konsisten,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai program telah dilakukan, mulai dari pelatihan kader malaria, penyediaan obat-obatan, hingga edukasi kepada masyarakat. Namun, salah satu tantangan utama adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi obat malaria secara tuntas.
“Yang paling penting adalah mengedukasi masyarakat untuk minum obat sampai habis. Banyak yang tidak menuntaskan pengobatan, padahal itu sangat penting untuk kesembuhan,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga terus menggencarkan edukasi terkait pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai langkah pencegahan seperti pembagian kelambu, penyemprotan, serta program pengendalian lainnya telah dilakukan secara berkelanjutan.
Bupati juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung, seperti sistem drainase dan pengelolaan air yang baik, guna mengurangi potensi berkembangnya nyamuk penyebab malaria.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa angka kasus malaria di Mimika masih cukup tinggi, bahkan menyumbang sekitar 30 persen kasus di Indonesia. Hal ini menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu pusat penelitian malaria.
Namun demikian, ia menilai masih terdapat kendala dalam sistem pendataan kasus malaria. Menurutnya, pencatatan ganda terhadap satu pasien masih sering terjadi, sehingga mempengaruhi akurasi data.
“Saat ini kami sedang memperbaiki sistem pendataan agar satu orang hanya tercatat satu kali. Kami punya waktu sekitar enam bulan untuk membenahi data ini,” ungkapnya.
Dengan perbaikan data yang lebih akurat, pemerintah optimistis program eliminasi malaria di Mimika dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. (Sandra)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....