Perangi Penularan HIV/AIDS Membutuhkan Kerjasama Semua Pihak di Papua Tengah

  • 27 Mar 2026 01:28 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Ketua Relawan Pencegahan, Pemeriksaan, Pengobatan dan Pendampingan (P4) HIV AIDS Provinsi Papua Tengah Paula S Pakage, dalam keterangannya kepada RRI Kamis 26 Maret 2026 menegasakan bah kasus penularan HIV/AIDS di Papua Tengah masih menjadi tantangan besar kesehatan masyarakat.

Ia menjelasakan kasus HIV?AIDS di Provinsi Papua Tengah terus meningkat, dengan catatan 24.777 kasus kumulatif hingga Desember 2025 sejak 1998. Penyebaran didominasi oleh perilaku seks bebas dan pengunaan narkoba, dengan kelompok usia produktif 14- 25 tahun. Yang menjadi tantangan utama adalah tingginya koinfeksi HIV-TBC serta masih rendanya retensi pengobatan ARV.

Sehingga diperlukan langkah yang lebih agresif dan berkelanjutan melalui perluasan skrining, percepatan inisiasi ARV, peningkatan retensi pengobatan, serta penguatan pencegahan primer dan sekunder guna memutuskan rantai penularan dan menekan dampak jangka panjang, jelasnya.

Menurutnya masih minimnya edukasi dan sosialisasi yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya kelompok rentan. Kurangnya pemahaman tentang HIV AIDS, cara penularan, pencegahan, serta pentingnya pengobatan berkelanjutan dinilai menjadi faktor yang memperparah situasi.

“Untuk itu relawan kami P4 Papua Tengah terus berupaya melakukan edukasi berbasis komunitas dan pendekatan keagamaan untuk mengedukasi masyarakat, terutama kaum muda mengenai deteksi dini. Tentunya hal ini membutuhkan kerjasama semua pihak baik pemerintah, organisasi masyarakat, tokoh agama, maupun pihak terkait lainnya, tegas Paula Pakage.

Pada kesempatann itu Paula Pakage mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama kaula muda di Papua Tengah untuk bersama-sama memerangi kasus penularan HIV/AIDS dengan menjaga kesehatan, tidak melakukan seks bebas, dan segera memeriksakan diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....