BMKG Timika: Hujan Sore Dominasi, Pelayaran Amamapare Aman
- 05 Feb 2026 06:49 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, MIMIKA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Timika menyampaikan prakiraan cuaca dan kondisi kelautan di wilayah Mimika dan sekitarnya untuk beberapa hari ke depan. Berdasarkan hasil pemantauan, hujan masih berpotensi terjadi, terutama pada sore hari, sementara kondisi pelayaran di wilayah pesisir, khususnya Pelabuhan Amamapare, masih tergolong aman.
Hal tersebut disampaikan Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Timika, Muhammad An Nafi’, saat ditemui di Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Timika, Jalan Raya Freeport Bandara Timika, Rabu 4 Februari 2026.
Ia menjelaskan bahwa hujan yang terjadi sejak pagi hari dipengaruhi oleh pergerakan angin dan awan yang berasal dari arah barat. Kondisi ini menyebabkan hujan terlebih dahulu terjadi di wilayah barat Mimika sebelum bergerak ke wilayah perkotaan.
“Kalau kita lihat dari tadi pagi, hujan itu mulai dari Mimika Barat dan Barat Tengah, kemudian terus bergerak menuju ke wilayah Amar. Sekitar pukul setengah delapan sampai jam delapan pagi, hujan baru mulai terjadi di wilayah Mimika kota,” jelasnya.
Lebih lanjut, Muhammad An Nafi’ menyampaikan bahwa untuk prakiraan cuaca satu hari ke depan, hujan masih berpotensi terjadi pada sore hari. Waktu terjadinya hujan diperkirakan mulai sekitar pukul 15.00 WIT atau setelah waktu Asar hingga menjelang Magrib, sekitar pukul 17.00 WIT.
“Hujan sore hari ini juga berpotensi meluas hingga ke wilayah pelabuhan. Jadi masyarakat diharapkan tetap waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada sore hari,” ujarnya.
Selain prakiraan cuaca daratan, BMKG Timika juga memaparkan kondisi kelautan, khususnya di wilayah Pelabuhan Amamapare. Berdasarkan peta prakiraan tinggi gelombang, wilayah tersebut masih berada pada kategori gelombang rendah.
“Untuk Pelabuhan Amamapare, kita bisa lihat di peta prakiraan, warnanya masih biru. Artinya tinggi gelombangnya masih tergolong rendah, sehingga masih aman untuk pelayaran, baik kapal kecil maupun kapal dengan ukuran lebih besar,” terang Muhammad An Nafi’.
Ia menambahkan bahwa suhu permukaan laut di wilayah tersebut berada di kisaran 31 derajat Celcius. Sementara itu, arah arus laut terpantau bergerak dari selatan menuju ke selatan, dengan kecepatan arus berkisar antara 34 hingga 71 sentimeter per detik.
Untuk prakiraan cuaca di wilayah Amamapare, kondisi cuaca dari pagi hari hingga pagi hari berikutnya diperkirakan didominasi oleh cuaca berawan. Dengan kondisi tersebut, aktivitas pelayaran di Pelabuhan Amamapare dinilai masih dapat berjalan dengan aman.
“Untuk saat ini dan beberapa hari ke depan, kondisi pelayaran di Amamapare masih aman. Nelayan dan pengguna jasa pelayaran masih bisa beraktivitas seperti biasa, namun tetap diimbau untuk terus memperhatikan informasi cuaca terbaru dari BMKG,” katanya.
Lebih jauh, BMKG Timika menjelaskan bahwa kondisi cuaca di wilayah Mimika dan pesisir Papua secara umum dalam sepekan ke depan diperkirakan relatif sama dengan hari-hari sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh pengaruh sistem siklon yang berada di sekitar wilayah Papua.
“Kalau kita lihat secara regional, di atas wilayah kita ada pengaruh siklon, dan di bagian bawah juga terdapat siklon. Sehingga dalam satu minggu ke depan, cuaca masih akan dipengaruhi oleh sistem ini,” ungkapnya.
Akibat pengaruh tersebut, pola hujan di wilayah Mimika diperkirakan masih akan terjadi pada waktu yang hampir sama setiap harinya, yaitu pada sore hingga malam hari, serta berpotensi disertai dengan kilat dan petir.
“Oleh karena itu, masyarakat kami imbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang disertai petir, terutama pada sore hari,” tutup Muhammad An Nafi’. (SAN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....