Stunting Mimika Turun, Dinkes Tekankan Peran Gizi Seimbang
- 05 Feb 2026 06:45 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, MIMIKA — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Rizal Ubra, S.Si., M.Epid, menegaskan bahwa penyebab stunting secara global hanya dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni malnutrisi dan penyakit infeksi.
Hal tersebut disampaikan Reynold saat ditemui di halaman Kantor Bupati Mimika, Sp3, Rabu 04 Februari 2026. Ia menjelaskan, untuk mengatasi dua faktor tersebut, intervensi penanganan stunting dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu isu spesifik dan isu sensitif.
“Intervensi yang paling dibutuhkan hari ini sebenarnya adalah isu sensitif, seperti penyediaan air bersih dan rumah layak huni. Program pembangunan Mimika yang berfokus dari kampung ke kota, termasuk penyediaan rumah sehat dan air bersih, sangat membantu percepatan penurunan stunting,” ujarnya.
Sementara itu, dari sisi isu spesifik, Dinas Kesehatan terus melakukan pengendalian penyakit yang rentan menyerang ibu hamil, bayi, dan balita, termasuk perhatian khusus terhadap remaja putri. Upaya yang dilakukan meliputi pemeriksaan kesehatan anak sekolah, pemberian gizi, tablet tambah darah (tablet Fe), serta pemberantasan cacing.
“Paket layanan ini harus berjalan beriringan, tidak bisa sendiri-sendiri. Kekebalan tubuh anak sangat bergantung pada kecukupan asupan gizi, dan itu kembali lagi ke lingkungan keluarga,” jelasnya.
Reynold juga menekankan pentingnya pendekatan komprehensif, tidak hanya menyasar anak, tetapi juga orang tua dan keluarga. Untuk itu, Dinas Kesehatan akan mengoptimalkan peran kader posyandu yang saat ini jumlahnya telah mencapai lebih dari seribu orang di Mimika, serta mendorong kolaborasi bersama TP PKK Kabupaten Mimika.
Terkait pemberian makanan tambahan (PMT), ia menjelaskan bahwa PMT pemulihan diberikan pada anak yang telah terindikasi mengalami masalah gizi, berdasarkan pengukuran lingkar lengan atas maupun perbandingan tinggi dan berat badan. Namun, sebelum anak dinyatakan bermasalah gizi, edukasi mengenai konsumsi makanan bergizi harus terus disosialisasikan.
“Stunting bukan hanya soal anak kurus. Hari ini kelebihan berat badan juga menjadi masalah. Jadi yang kita butuhkan adalah keseimbangan gizi,” katanya.
Berdasarkan data, angka stunting di Kabupaten Mimika menunjukkan tren penurunan. Pada tahun 2024 tercatat di atas 1.500 kasus, kemudian menurun menjadi sekitar 1.100–1.200 kasus, dan pada tahun 2025 berada di angka sekitar 11 persen atau lebih dari 1.000 kasus.
Meski demikian, Reynold menegaskan bahwa indikator terpenting bukan hanya angka, melainkan kehadiran negara dan pemerintah dalam memenuhi hak kesehatan masyarakat, khususnya remaja putri, anak-anak, dan ibu hamil.
“Pemerintah harus hadir. Dengan kepemimpinan langsung Bupati dan Wakil Bupati sebagai ketua tim percepatan penanganan stunting, saya optimistis upaya penurunan stunting di Mimika akan berjalan lebih baik,” tutupnya. (SAN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....