Kemenkes Waspadai Virus Nipah, Imbau Hindari Buah Tergigit
- 27 Jan 2026 20:32 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan virus Nipah dengan mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi buah yang terdapat bekas gigitan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa kelelawar merupakan reservoir alami virus Nipah. Buah yang telah tergigit berisiko terkontaminasi air liur atau cairan tubuh kelelawar yang membawa virus.
“Buah yang ditemukan dengan bekas gigitan sebaiknya tidak dikonsumsi. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh sebelum dimakan,” ujar Aji yang dikutip dari Bloomberg Technoz, Selasa 27 Januari 2026.
Selain buah, Kemenkes juga mengingatkan pentingnya mengonsumsi daging ternak yang dimasak hingga matang sempurna untuk mematikan virus atau bakteri yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi nira atau air aren mentah yang diambil langsung dari pohon tanpa proses pemasakan. Nira mentah dinilai berisiko terkontaminasi virus dari hewan, termasuk kelelawar, sehingga perlu dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
Aji menambahkan, masyarakat juga diminta menghindari kontak langsung dengan hewan yang sakit atau terinfeksi, terutama kelelawar dan babi, karena dapat meningkatkan risiko penularan virus Nipah ke manusia.
Untuk menekan risiko penularan, Kemenkes mengimbau masyarakat memperkuat daya tahan tubuh dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta rutin berolahraga.
Kemenkes juga mengingatkan masyarakat yang melakukan perjalanan ke negara yang melaporkan kasus virus Nipah agar meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan otoritas setempat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....