Hari Trombosis Sedunia, Momentum Edukasi dan Aksi Kesehatan
- 13 Okt 2025 09:59 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Hari Trombosis Sedunia diperingati setiap tanggal 13 Oktober di seluruh dunia. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya trombosis, yaitu kondisi terbentuknya bekuan darah (trombus) di dalam pembuluh darah yang dapat menghambat aliran darah normal. Jika tidak ditangani dengan cepat, trombosis dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, atau emboli paru. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengedukasi masyarakat tentang gejala, pencegahan, dan penanganan dini trombosis.
Sejarah Hari Trombosis Sedunia berawal pada tahun 2014, ketika International Society on Trombosis and Haemostasis (ISTH) menetapkan tanggal 13 Oktober sebagai hari khusus untuk meningkatkan kesadaran global terhadap penyakit ini. Tanggal tersebut dipilih untuk menghormati dr. Rudolf Virchow, seorang dokter dan ilmuwan Jerman yang lahir pada 13 Oktober 1821. Ia dikenal sebagai “Bapak Patologi Modern” dan penemu konsep trombosis serta “Trias Virchow” — tiga faktor utama penyebab terbentuknya bekuan darah, yaitu kerusakan dinding pembuluh darah, perlambatan aliran darah, dan peningkatan kekentalan darah.
Peringatan ini tidak hanya difokuskan pada aspek medis, tetapi juga pada kampanye kesehatan masyarakat. Melalui Hari Trombosis Sedunia, berbagai lembaga kesehatan, rumah sakit, dan organisasi profesi kedokteran di seluruh dunia menyelenggarakan kegiatan seperti seminar, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga kampanye media sosial. Tujuannya agar masyarakat lebih memahami bahwa trombosis bukan hanya masalah bagi orang tua, tetapi juga dapat menyerang siapa saja, termasuk orang muda dengan gaya hidup tidak sehat atau faktor risiko tertentu seperti obesitas, merokok, dan kurang bergerak.
Selain itu, Hari Trombosis Sedunia juga mengingatkan pentingnya deteksi dini dan pencegahan. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, menghindari duduk terlalu lama, serta berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami gejala seperti pembengkakan atau nyeri mendadak di tungkai. Edukasi masyarakat menjadi kunci utama untuk menekan angka kematian akibat komplikasi trombosis yang setiap tahunnya menyebabkan jutaan kasus di seluruh dunia.
Dengan demikian, peringatan Hari Trombosis Sedunia bukan hanya sekadar tanggal di kalender kesehatan, tetapi juga sebuah gerakan global untuk menyelematkan nyawa. Melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran bersama, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada terhadap risiko trombosis dan berperan aktif dalam menjaga kesehatan pembuluh darah. Semangat Hari Trombosis Sedunia mengingatkan kita bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. (Falen Nelwan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....