Kandungan BPA Pada Botol Plastik Pengaruhi Kesehatan Anak

  • 09 Okt 2025 21:05 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Para ahli memperingatkan adanya ancaman tersembunyi terhadap kesehatan anak akibat paparan bahan kimia berbahaya yang dikenal sebagai Bisphenol A (BPA).

BPA merupakan zat kimia yang digunakan dalam pembuatan plastik keras, termasuk galon air minum, wadah makanan, hingga lapisan kaleng. Zat ini dapat berpindah ke makanan atau minuman, terutama saat terkena panas.

Peringatan soal bahaya BPA kini sudah menjadi perhatian global. Melalui rancangan perjanjian internasional yang dipelopori Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Busan, Korea Selatan, dunia sepakat bahwa perlindungan terhadap balita dari paparan BPA perlu menjadi prioritas.

Menurut para pakar, balita adalah kelompok paling rentan karena tubuh mereka belum mampu membuang zat beracun ini dengan efisien.

“Tubuh bayi belum bisa membuang BPA dengan baik, jadi racun ini akan bertahan lebih lama di dalam tubuh mereka,” jelas dr. Basrah Amru, ahli kesehatan masyarakat, di Jakarta pekan lalu.

Ia menambahkan, paparan BPA bahkan bisa terjadi sejak bayi masih dalam kandungan dan berpotensi mengganggu perkembangan otak.

Dr. Irfan Dzakir Nugroho dari Ikatan Dokter Anak Indonesia mengatakan, “BPA bisa menyebabkan anak jadi hiperaktif, cemas, susah konsentrasi, bahkan depresi.” Dampak jangka panjangnya juga mengerikan: obesitas dan diabetes di kemudian hari.

Efek jangka panjangnya juga patut diwaspadai. Anak yang terpapar BPA sejak dini memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas dan diabetes di kemudian hari. Tak hanya itu, BPA juga diketahui dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat anak lebih mudah jatuh sakit.

“Anak yang terpapar BPA lebih mudah sakit karena sistem kekebalannya terganggu,” tambah dr. Basrah.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mewajibkan pencantuman label bahaya Bisfenol A (BPA) pada galon air minum berbahan polikarbonat. Kebijakan ini diharapkan bisa membantu konsumen, terutama orang tua, agar lebih berhati-hati dalam memilih produk yang digunakan anak.

Para ahli mengingatkan, melindungi anak dari BPA bisa dimulai dari langkah sederhana di rumah. Berikut beberapa tips yang disarankan:

1. Pilih botol susu dan wadah makanan dengan label “BPA Free”.

2. Hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik.

3. Selalu baca label kemasan sebelum membeli produk anak.

Dengan semakin banyak negara yang menolak penggunaan BPA dan meningkatnya kesadaran akan dampaknya, orang tua Indonesia diharapkan lebih teliti memilih produk rumah tangga dan makanan anak demi melindungi generasi masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....