Sungai Finke Australia ternyata Lebih Tua dari Benua Pangaea

  • 30 Sep 2026 19:45 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Di tengah lanskap kering Australia terdapat sebuah sungai yang menyimpan sejarah geologi luar biasa panjang. Sungai Finke, yang dikenal sebagai Larapinta oleh masyarakat Arrernte, diperkirakan memiliki sistem drainase yang telah bertahan sekitar 300 hingga 400 juta tahun. Jika perkiraan tersebut tepat, leluhur sistem sungai ini sudah ada sebelum superbenua Pangaea terbentuk sepenuhnya.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa angka tersebut bukan berarti setiap bagian aliran Finke saat ini telah mengalir tanpa perubahan selama 400 juta tahun. Yang diperkirakan sangat tua adalah sistem drainase atau jalur aliran leluhurnya, sementara saluran sungai dapat berubah seiring waktu.

Lebih Tua dari Dinosaurus

Perkiraan usia Finke menempatkannya pada era Paleozoikum, jauh sebelum dinosaurus muncul sekitar 230 juta tahun lalu. Sungai ini bahkan telah menjadi salah satu kandidat utama sungai tertua di dunia.

Usianya diperkirakan berdasarkan berbagai petunjuk geologi, termasuk bentuk lembah, pola aliran, batuan di sekitarnya, serta hubungan sungai dengan pegunungan di Australia tengah.

Salah satu petunjuk penting terlihat ketika Finke melintasi MacDonnell Ranges. Alih-alih mengalir mengikuti arah pegunungan, sungai justru memotong rangkaian pegunungan tersebut.

Sungai yang Bertahan Saat Pegunungan Terbentuk

Fenomena tersebut berkaitan dengan proses yang disebut antecedence. Sederhananya, sistem sungai telah terbentuk sebelum atau ketika wilayah di sekitarnya mengalami pengangkatan akibat aktivitas tektonik.

Ketika pegunungan perlahan terangkat, aliran sungai terus mengikis batuan di bawahnya. Akibatnya, Finke mampu mempertahankan jalurnya dan akhirnya membentuk lembah serta ngarai yang memotong pegunungan. Peristiwa tektonik yang membentuk kawasan tersebut dikenal sebagai Alice Springs Orogeny, yang berlangsung pada rentang ratusan juta tahun lalu.

Pangaea Belum Terbentuk

Pangaea merupakan superbenua yang menyatukan sebagian besar daratan Bumi pada akhir Paleozoikum hingga awal Mesozoikum. Jika sistem drainase Finke memang telah berusia mendekati 400 juta tahun, maka leluhurnya sudah ada ketika konfigurasi benua di Bumi masih sangat berbeda dan jauh sebelum Pangaea terbentuk sepenuhnya.

Karena itu, kisah Finke bukan sekadar tentang sebuah sungai yang sangat tua. Sungai ini menjadi catatan alam mengenai perubahan permukaan Bumi, termasuk pembentukan pegunungan, perubahan iklim, pergeseran benua, dan perubahan lanskap selama ratusan juta tahun.

Bukan Berarti Alirannya Tidak Pernah Berubah

Istilah “sungai berusia 400 juta tahun” perlu dipahami dengan hati-hati. Sungai merupakan sistem yang dinamis. Jalur air dapat bergeser, membentuk saluran baru, meninggalkan saluran lama, atau berubah akibat aktivitas tektonik dan perubahan iklim.

Karena itu, ilmuwan lebih tepat membicarakan kelangsungan sistem drainase Finke daripada menyatakan bahwa seluruh aliran modernnya identik dengan sungai yang ada ratusan juta tahun lalu.

Menariknya, Finke juga tidak selalu terlihat seperti sungai besar. Karena berada di wilayah Australia yang sangat kering, alirannya bersifat intermiten dan sebagian besar waktu hanya menyisakan lubang-lubang air. Air biasanya mengalir setelah hujan deras.

Jejak Kehidupan dari Masa yang Sangat Tua

Keberadaan Finke menunjukkan betapa panjangnya sejarah lanskap Australia. Ketika sistem drainase leluhurnya kemungkinan mulai terbentuk, dinosaurus belum ada, Pangaea belum terbentuk sepenuhnya, dan kondisi Bumi sangat berbeda dengan sekarang.

Sungai Finke bukan hanya aliran air di tengah gurun Australia. Ia merupakan jejak geologis yang membantu manusia melihat kembali perjalanan Bumi selama ratusan juta tahun—sebuah perjalanan yang jauh melampaui sejarah peradaban manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....