Data iPhone 18 Pro Bocor, Apple dan Tata Hadapi Ancaman Baru

  • 30 Jun 2026 21:02 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Kebocoran data yang diduga berisi rincian komponen hingga foto prototipe iPhone 18 Pro memicu kekhawatiran terhadap keamanan rantai pasok Apple. Data tersebut dilaporkan dipublikasikan di dark web oleh kelompok ransomware setelah diduga mencuri informasi dari Tata Electronics, salah satu mitra manufaktur Apple di India.

Dikutip dari Reuters, dokumen yang bocor memuat daftar komponen sensitif beserta pemasoknya, termasuk foto-foto yang diyakini memperlihatkan iPhone 18 Pro saat menjalani uji ketahanan (drop test). Kebocoran ini dinilai berpotensi mengganggu strategi manufaktur Apple serta membuka informasi penting kepada para pesaing, pemalsu, hingga vendor lain mengenai rantai pasok perusahaan.

Tata Electronics saat ini menjadi salah satu mitra manufaktur terpenting Apple di luar China. Perusahaan tersebut memasok komponen sekaligus merakit iPhone sebagai produsen kontrak, sejalan dengan strategi Apple memperluas basis produksi di India.

Menurut Reuters, Apple diperkirakan akan meluncurkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada September 2026. Kebocoran ini terjadi di tengah tekanan biaya produksi, setelah Apple sebelumnya menaikkan harga iPad dan MacBook akibat meningkatnya harga chip memori dan penyimpanan. Sejumlah analis juga memperkirakan harga iPhone akan ikut mengalami kenaikan dalam beberapa bulan mendatang.

Reuters sebelumnya melaporkan lebih dari 200.000 file milik Tata Electronics telah dipublikasikan di dark web oleh kelompok World Leaks. Dokumen tersebut tidak hanya berisi desain komponen iPhone generasi sebelumnya, tetapi juga dokumen terkait Tesla, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), dan Qualcomm.

Dalam dokumen terbaru yang ditinjau Reuters, sedikitnya terdapat enam berkas yang memetakan ratusan komponen iPhone 18 Pro kepada perusahaan pemasoknya. Informasi tersebut mencakup detail chip pada papan sirkuit utama, komponen baterai, hingga modul kamera.

Sumber yang mengetahui persoalan ini menyebut Apple menganggap informasi tersebut sangat sensitif karena berkaitan dengan produk yang belum dirilis. Selain mengungkap identitas pemasok setiap komponen, dokumen itu juga menunjukkan bagian mana yang dipasok oleh banyak perusahaan dan komponen yang hanya bergantung pada sedikit pemasok, sehingga memperlihatkan kekuatan sekaligus kerentanan rantai pasok Apple.

Hingga kini, Apple maupun Tata Electronics belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters. Sementara itu, Reuters juga belum dapat memverifikasi keaslian seluruh data yang beredar maupun memperoleh tanggapan dari kelompok World Leaks.

Reuters sebelumnya melaporkan Apple tengah menyelidiki insiden tersebut bersama Tata Electronics. Sebagai langkah awal, Tata membatasi akses internal ke sejumlah sistem sensitif dan menunjuk konsultan global untuk melakukan audit forensik terhadap dugaan kebocoran data.

Beberapa dokumen yang bocor dilaporkan memiliki tanda air bertuliskan "confidential" serta menggunakan nama kode internal Apple yang sesuai dengan pengembangan seri iPhone 18 Pro. Di dalam folder tersebut juga terdapat foto-foto perangkat yang sedang menjalani uji jatuh di fasilitas Tata pada awal 2026. Foto itu memperlihatkan ponsel berwarna abu-abu dengan tiga kamera belakang dan logo Apple, meski Reuters belum dapat memverifikasi secara independen bahwa perangkat tersebut benar merupakan iPhone 18 Pro.

Insiden ini dinilai dapat mengganggu hubungan bisnis Apple dan Tata Electronics yang selama ini menjadi bagian penting dari strategi diversifikasi manufaktur Apple di luar China. Berdasarkan data perusahaan riset Counterpoint, India diperkirakan akan memproduksi sekitar 26 persen iPhone dunia pada 2026, meningkat tajam dibandingkan sekitar 6 persen empat tahun sebelumnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....