Vision Pro Kurang Diminati, Apple Alihkan Fokus Produk

  • 30 Apr 2026 15:35 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire – Apple dikabarkan mulai mengurangi fokus pengembangan perangkat realitas virtual Vision Pro setelah pembaruan terbaru tidak mampu menarik minat pasar secara signifikan.

Dilansir dari MacRumors, Apple sempat memperbarui Vision Pro dengan chip M5 pada Oktober 2025, termasuk peningkatan kenyamanan melalui tali baru. Namun, pembaruan tersebut tidak disertai perubahan besar pada perangkat keras, sehingga respons konsumen tetap rendah.

Sejak awal peluncurannya, Vision Pro memang menuai kritik, terutama terkait harga yang tinggi serta bobot perangkat yang dinilai kurang nyaman untuk penggunaan jangka panjang. Perangkat ini memiliki berat lebih dari 1,3 pon, sehingga masih terasa berat meskipun telah dilengkapi desain tali yang lebih ergonomis.

Dari sisi performa, chip M5 membawa sejumlah peningkatan seperti refresh rate hingga 120Hz, peningkatan jumlah piksel yang dirender, serta tambahan masa pakai baterai sekitar 30 menit. Namun, dengan harga tetap di kisaran 3.499 dolar Amerika Serikat, perangkat ini dinilai kurang kompetitif di pasar.

Secara penjualan, Vision Pro juga tidak menunjukkan performa yang menggembirakan. Apple disebut hanya mampu menjual sekitar 600 ribu unit sejak pertama kali diluncurkan, dengan tingkat pengembalian produk yang tergolong tinggi dibandingkan produk Apple lainnya.

Seiring kondisi tersebut, Apple dilaporkan menghentikan pengembangan lanjutan Vision Pro dan mengalihkan timnya ke proyek lain di dalam perusahaan. Beberapa anggota tim bahkan kini berfokus pada pengembangan asisten virtual Siri.

Di sisi lain, Apple sebelumnya sempat dikabarkan mengembangkan versi lebih ringan dan murah bernama Vision Air. Namun, proyek tersebut juga telah dihentikan, meskipun peluang pengembangan perangkat serupa di masa depan masih terbuka jika teknologi memungkinkan.

Sebagai alternatif, Apple kini disebut tengah mengembangkan kacamata pintar yang menggabungkan teknologi kecerdasan buatan. Produk ini diperkirakan akan lebih sederhana, menyerupai kacamata pintar yang sudah ada di pasaran, tanpa layar terintegrasi.

Meski demikian, Apple masih menghadapi tantangan dalam mengadaptasi teknologi Vision Pro ke perangkat yang lebih kecil, terutama terkait kebutuhan daya yang masih cukup besar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....