Siklon Tropis dan Penyebab Hujan Ekstrem di Sumatera
- 28 Nov 2025 09:46 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Menurut BMKG, Siklon Tropis Senyar bermula dari bibit siklon bernama “95B” yang muncul di perairan timur Aceh, tepatnya di Selat Malaka. Pada 26 November 2025 pukul 07.00 WIB, sistem ini resmi diklasifikasikan sebagai siklon tropis oleh BMKG.
Senyar kemudian bergerak menuju daratan dan menyebabkan suplai uap air yang besar dari laut hangat memicu pembentukan awan konvektif masif, sehingga menimbulkan curah hujan tinggi di sejumlah wilayah di Sumatra. Dampak langsung dari fenomena ini adalah hujan dengan intensitas ekstrem terjadi di banyak daerah.
Di wilayah-wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tercatat hujan lebat atau bahkan ekstrem dalam periode beberapa hari berturut-turut. Data dari UPT BMKG menunjukkan bahwa pada beberapa titik curah hujan mencapai angka ratusan milimeter per hari menandakan bahwa kondisi atmosfer benar-benar jenuh uap air dan mendukung hujan deras serta angin kencang.
Menurut peringatan BMKG, fenomena seperti Siklon Tropis Senyar tergolong tidak lazim untuk wilayah Selat Malaka dan kepulauan Sumatera sehingga ketika terjadi, potensi kerusakan akibat hujan ekstrem, angin kencang, gelombang tinggi dan banjir pesisir menjadi serius. Hujan deras yang turun terus-menerus dapat memicu bencana seperti banjir, banjir bandang, dan longsor, terutama di daerah dengan topografi rawan atau drainase buruk
Peristiwa Senyar menunjukkan betapa pentingnya sistem pemantauan cuaca dan peringatan dini dari lembaga meteorologi agar masyarakat dan pemerintah daerah bisa segera mengambil langkah mitigasi ketika cuaca ekstrem diperkirakan. BMKG sendiri telah meminta masyarakat di wilayah yang terdampak untuk waspada terhadap hujan lebat, angin kencang, dan potensi bencana hidrometeorologi lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....