Google Beberkan Fakta: 90% Pekerja Pakai AI
- 28 Sep 2025 14:32 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Mayoritas pekerja industri teknologi kini mengandalkan kecerdasan buatan (AI) dalam pekerjaan mereka, terutama untuk menulis dan memodifikasi kode. Hal ini terungkap dalam studi terbaru Google melalui divisi riset DORA yang melibatkan 5.000 profesional teknologi di seluruh dunia.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa 90% responden telah menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari, meningkat 14% dibandingkan tahun lalu.
“Jika Anda seorang insinyur di Google, mau tidak mau Anda akan menggunakan AI sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari Anda,” ujar eksekutif Google yang mengawasi alat pengkodean seperti Gemini Code Assist, Ryan J. Salva, yang dikutip dari CNN.
Menurutnya, AI sudah tertanam dalam hampir seluruh alur kerja, mulai dari penulisan dokumentasi hingga pengembangan perangkat lunak.
Meski demikian, tingkat kepercayaan pekerja teknologi terhadap kualitas hasil kerja AI masih bervariasi. Dari survei, 46% responden menyatakan hanya “agak” percaya, 23% “sedikit” percaya, dan 20% “sangat” percaya pada kualitas kode yang dihasilkan AI. Sementara itu, 31% responden menilai AI hanya “sedikit meningkatkan” kualitas kode, dan 30% lainnya menganggap AI “tidak berdampak”.
Salva menilai pengembangan perangkat lunak berbasis AI kini berada di tahap tiga hingga empat dari skala lima, artinya AI sudah bisa memecahkan masalah di berbagai sistem, tetapi tetap memerlukan tinjauan manusia dan “banyak jaring pengaman”.
Di sisi lain, adopsi AI terjadi di tengah tren menantang bagi pekerja pemula di bidang teknologi. Data New York Fed mencatat tingkat pengangguran lulusan ilmu komputer dan teknik komputer kini lebih tinggi dibanding bidang lain seperti sejarah seni dan sastra Inggris. Lowongan kerja untuk posisi software engineer di Indeed bahkan turun 71% antara Februari 2022 hingga Agustus 2025.
Google sendiri menawarkan beragam produk AI untuk pengembangan software, dari versi gratis hingga berbayar US$45 per bulan. Namun, perusahaan ini harus bersaing ketat dengan Microsoft, OpenAI, Anthropic, serta startup seperti Replit dan Anysphere yang juga meluncurkan layanan serupa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....