BSSN Gelar Penguatan Ekosistem keamanan Siber Papua Tengah

  • 31 Jul 2025 09:11 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Dalam rangka memperkuat ekosistem keamanan siber dan sandi pada organisasi perangkat daerah (OPD) di Papua Tengah, Pemerintah Provinsi Papua Tengah bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar kegiatan penguatan ekosistem keamanan siber dan sandi, yang digelar oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dipusatkan di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Selasa,(29/7/2025).

Gubernur Papua Tengah yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan, SDM dan Pengembangan Otsus, Ukkas mengatakan, transformasi digital adalah sebuah keniscayaan karena saat ini hampir semua sektor kehidupan bergantung pada teknologi informasi mulai dari pemerintahan, pendidikan, ekonomi hingga pelayanan publik.

"Di jaman yang serba digitalisasi saat ini, potensi ancaman dan kerawanan siber juga terus bergerak masif ke arah yang lebih meningkat mulai dari kebocoran data, penyalahgunaan informasi, serangan hingga terhadap infrastruktur digital vital," ucapnya.

Menurutnya, dalam membangun ekosistem keamanan siber dan persandian yang kuat, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat saja, tetapi juga merupakan tugas seluruh pemangku kepentingan di daerah ini.

"Kegiatan hari ini merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan siber yang semakin kompleks, dengan harapan melalui kegiatan ini, dapat meningkatkan kesadaran dan literasi siber di kalangan aparatur pemerintahan daerah sehingga dapat mengembangkan kemampuan teknis dan kebijakan terkait keamanan informasi dan persandian.

Sebagai provinsi baru, Papua Tengah memerlukan dukungan dan pendampingan dari berbagai pihak termasuk dalam hal membangun arsitektur keamanan informasi yang terintegrasi.

"Kami memberi apresiasi kepada BSSN atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan ini bentuk kehadiran negara yang nyata dalam menjaga kedaulatan ruang siber dari pusat hingga ke daerah termasuk di Tanah Papua," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....