Waspada Bahaya Radiasi, Ancaman Tersembunyi bagi Kesehatan Pendengaran

  • 26 Mei 2025 14:12 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Di era digital yang serba cepat dan terkoneksi, paparan radiasi dari berbagai perangkat elektronik menjadi bagian tak terelakkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tahukah Anda bahwa paparan radiasi dalam jangka panjang juga berpotensi membahayakan kesehatan pendengaran?

Meskipun efek radiasi terhadap telinga belum sepopuler isu lain seperti kanker atau gangguan reproduksi, sejumlah penelitian mulai menunjukkan adanya hubungan antara radiasi elektromagnetik dan kerusakan fungsi pendengaran, khususnya akibat penggunaan perangkat seperti ponsel, headset bluetooth, dan Wi-Fi secara berlebihan.

Radiasi elektromagnetik adalah gelombang energi yang dipancarkan oleh perangkat elektronik. Sumber umum radiasi ini meliputi ponsel, laptop, menara pemancar sinyal, dan peralatan nirkabel. Meski tergolong radiasi non-ionizing (tidak memecah struktur sel seperti radiasi nuklir), paparan terus-menerus tetap berisiko menimbulkan efek biologis, termasuk pada sistem saraf dan organ-organ sensitif seperti telinga.

Jika terjadi terus menerus, kana dampak radiasi akan sangat buruk bagi pendengaran.

1. Kerusakan Sel Saraf di Telinga

Radiasi elektromagnetik dapat menyebabkan peningkatan suhu lokal di area sekitar telinga. Jika terjadi terus-menerus, ini dapat mempengaruhi sel-sel rambut di koklea (bagian dalam telinga yang berfungsi menangkap suara), dan lambat laun menurunkan kemampuan pendengaran.

2. Risiko Tinnitus

Beberapa pengguna gadget yang intens, terutama mereka yang sering menggunakan earphone Bluetooth dalam waktu lama, mengeluhkan tinnitus atau sensasi telinga berdenging. Meskipun penyebab pastinya masih diteliti, ada dugaan kuat bahwa kombinasi antara radiasi dan paparan suara berlebih turut berperan.

3. Penurunan Pendengaran Jangka Panjang

Paparan berlebihan terhadap radiasi, terutama di dekat kepala, dalam jangka waktu panjang berisiko menurunkan sensitivitas pendengaran secara perlahan. Ini terutama menjadi perhatian bagi anak-anak dan remaja, yang lebih sensitif terhadap dampak radiasi.

Sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti di India (2022) menemukan bahwa pengguna ponsel intensif lebih dari 2 jam per hari memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami penurunan ambang pendengaran dibandingkan yang tidak. Penelitian lain di Korea Selatan juga mengindikasikan bahwa radiasi frekuensi tinggi dapat mengganggu fungsi telinga dalam hewan percobaan.

Untuk mengurangi risiko bahaya radiasi terhadap telinga, beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

1. Gunakan hands-free atau speaker saat menelepon, hindari menempelkan ponsel langsung ke telinga.

2. Batasi penggunaan headset bluetooth dalam waktu lama.

3. Istirahatkan telinga setelah penggunaan gadget yang intens.

4. Pilih headset berkabel dengan radiasi lebih rendah dibandingkan perangkat nirkabel.

5. Jauhkan perangkat elektronik dari kepala saat tidur.

Bahaya radiasi terhadap pendengaran adalah ancaman senyap yang patut diwaspadai. Di tengah gempuran teknologi, menjaga kesehatan telinga tidak kalah penting dari menjaga penglihatan atau postur tubuh. Kesadaran dan kebiasaan sehat dalam menggunakan perangkat digital adalah langkah awal untuk melindungi diri dari dampak jangka panjang yang merugikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....