Fenomena Gunung Lumpur di Grobogan
- 26 Mei 2025 08:32 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Baru-baru ini, fenomena gunung berlumpur di Grobogan, Jawa Tengah, menjadi viral dan menarik perhatian publik. Pada tahun 2024, setelah gempa berkekuatan 6,5 SR di Bawean, muncul gundukan lumpur di Dusun Medang, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan. Fenomena ini dikenal sebagai Bledug Kramesan, yang telah lama ada namun kembali aktif setelah gempa tersebut. Semburan lumpur ini mengandung gas dan mineral yang dapat menyuburkan tanah di sekitarnya.
Lalu apa perbedaan antara gunung api dan gunung berlumpur ini?
Gunung api dan gunung berlumpur yang biasa disebut dengan mud volcano adalah dua fenomena geologi yang sering disalahartikan karena kemiripan bentuknya, padahal keduanya memiliki mekanisme dan dampak yang berbeda.
Aktivitas magmatik di dalam bumi membentuk gunung api. Letusannya mengeluarkan lava panas, abu vulkanik, dan gas beracun seperti sulfur dioksida. Gunung api biasanya terbentuk di zona subduksi atau batas lempeng tektonik aktif.
Gunung lumpur (mud volcano) bukanlah gunung api sejati. Fenomena ini terjadi ketika lumpur, air, dan gas (seperti metana atau hidrogen sulfida) terdorong ke permukaan melalui rekahan akibat tekanan bawah tanah. Letusannya tidak mengeluarkan lava, melainkan lumpur dingin atau hangat. Gunung lumpur sering ditemukan di daerah dengan aktivitas tektonik tinggi atau sistem hidrokarbon bawah tanah.
Adanya gunung lumpur ini dapat meningkatkan kesuburan tanah karena mengandung mineral seperti kalsium, magnesium, dan sulfur dalam lumpur. Selain itu dapat meningkatkan potensi wisata geologi. Namun, bahaya kesehatan yang disebabkan oleh Gas beracun seperti H₂S yang dihasilkan dari gunung berlumpur ini dapat membahayakan manusia dan hewan. Selain itu, semburan lumpur dari mud volcano ini dapat merusak lahan pertanian dan infrastruktur jika tidak dikelola dengan baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....