Harga Perak Anjlok 11 Persen, Investor Ambil Untung
- 31 Jan 2026 15:48 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Harga perak global mengalami penurunan tajam pada perdagangan Jumat 30 Januari 2026, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi pekan ini. Pelemahan terjadi seiring investor melakukan aksi ambil untung di tengah memudarnya ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat secara agresif dan mulai stabilnya nilai tukar dolar AS.
Dikutip dari Reuters, penguatan dolar AS dipicu pernyataan Presiden Donald Trump yang mengumumkan penunjukan mantan Gubernur Federal Reserve, Kevin Warsh, sebagai pimpinan bank sentral AS. Indeks dolar tercatat menguat, sehingga membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam dolar, termasuk perak, menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain dan menekan permintaan.
Analis Panmure Liberum, Tom Price, menilai pasar memandang Kevin Warsh sebagai sosok yang rasional dan tidak akan mendorong pemangkasan suku bunga secara agresif. Kondisi tersebut mendorong investor, khususnya yang berfokus pada perlindungan modal, untuk mengamankan keuntungan setelah reli harga yang signifikan.
Sepanjang Januari, harga perak tercatat melonjak hingga 39 persen. Kenaikan tajam tersebut memicu aksi jual pada sesi perdagangan terakhir bulan ini, setelah beberapa hari sebelumnya pasar mengalami likuiditas tipis yang diperparah oleh fenomena fear of missing out atau ketakutan investor tertinggal momentum.
| Baca juga: Simak Harga Emas Hari Ini Senin 26 Januari |
Kepala strategi komoditas Saxo Bank, Ole Hansen, menyebut pergerakan harga perak sudah berada dalam kondisi siap mengalami koreksi akibat lonjakan spekulatif yang tidak terkendali. Sementara itu, analis independen Ross Norman mengatakan pasar logam mulia kembali “ditarik oleh hukum gravitasi”, mengingatkan spekulan bahwa perdagangan komoditas bersifat dua arah.
Pada perdagangan Jumat pukul 12.01 GMT, harga perak tercatat anjlok 11 persen menjadi 103,40 dolar AS per ons, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di level 121,60 dolar AS per ons pada Kamis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....