IHSG Anjlok Parah, Trading Halt Guncang Bursa Indonesia

  • 28 Jan 2026 22:00 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Tekanan jual masif di pasar saham domestik berlanjut hingga penutupan perdagangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 7,35% ke level 8.320,55 setelah sempat terperosok lebih dari 8% dan memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG terus berada dalam tekanan jual yang sangat deras sepanjang sesi perdagangan. Rentang pergerakan indeks tercatat berada di level tertinggi 8.596,17 hingga menyentuh titik terendah 8.187,73.

Melansir dari Bloomberg Technoz, nilai transaksi tercatat mencapai Rp45,5 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 60,85 miliar saham. Aktivitas perdagangan didominasi oleh aksi jual besar-besaran dengan frekuensi transaksi mencapai 3,99 juta kali.

Secara keseluruhan, sebanyak 753 saham melemah, hanya 37 saham yang menguat, dan 16 saham stagnan. Sektor infrastruktur, energi, dan teknologi menjadi penekan terbesar IHSG dengan koreksi masing-masing sebesar 10,1%, 8,98%, dan 7,55%. Tekanan juga terjadi pada sektor transportasi yang terjun hingga 7,36%.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar tercatat menjadi pemberat utama yang memicu terjadinya trading halt. Berikut 10 saham laggard berdasarkan data Bloomberg:

Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menekan 61,79 poin

Telkom Indonesia (TLKM) menekan 49,61 poin

Bank Central Asia (BBCA) menekan 45,15 poin

Barito Renewables Energy (BREN) menekan 44,56 poin

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menekan 36,28 poin

Bumi Resources Minerals (BRMS) menekan 28,47 poin

Amman Mineral Internasional (AMMN) menekan 24,35 poin

Barito Pacific (BRPT) menekan 23,02 poin

Bank Mandiri (BMRI) menekan 19,47 poin

Mora Telematika Indonesia (MORA) menekan 19,45 poin

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG mencatatkan penurunan terdalam di kawasan Asia dan ASEAN sepanjang perdagangan Rabu, 28 Januari 2026.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham Asia yang justru bergerak di zona hijau pada perdagangan hari ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....