Waspada, Situs Palsu iPhone 18 Mulai Bermunculan

  • 30 Sep 2026 15:49 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Perusahaan keamanan siber, Kaspersky, mengungkap maraknya situs web palsu yang memanfaatkan antusiasme masyarakat terhadap peluncuran iPhone 18. Situs tersebut menawarkan perangkat dengan harga murah hingga varian yang tidak diumumkan secara resmi oleh Apple untuk menarik calon pembeli.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, situs penipuan yang ditemukan Kaspersky tersedia dalam sejumlah bahasa, termasuk Inggris, Arab, dan Portugis. Salah satu situs menawarkan iPhone 18 dengan diskon 25% dan menyediakan pembayaran menggunakan Bitcoin.

Situs palsu tersebut dibuat menyerupai toko resmi untuk meyakinkan calon pembeli. Pengguna kemudian diarahkan memasukkan data pribadi dan mengirimkan pembayaran melalui situs tersebut.

Situs lainnya menawarkan pemesanan awal iPhone 18 Pro dengan pilihan warna yang berbeda dari varian yang diumumkan Apple. Calon pembeli juga dapat memilih kapasitas penyimpanan dan ditawarkan skema pembayaran dengan tidak perlu melunasi seluruh harga di awal.

Kaspersky memperingatkan bahwa klaim pengembalian dana penuh apabila pembelian dibatalkan juga dapat menjadi bagian dari modus penipuan.

“Penjual menjanjikan pengembalian dana penuh jika pembelian dibatalkan, klaim yang tidak boleh dipercaya,” tulis Kaspersky.

Setelah calon pembeli tertarik, situs tersebut meminta berbagai informasi pribadi, mulai dari nama lengkap, nomor telepon, alamat email, kota tempat tinggal hingga kontak WhatsApp. Pengguna kemudian diminta memasukkan informasi kartu bank untuk menyelesaikan transaksi.

Kaspersky menyebut data pribadi yang dikumpulkan dapat dimanfaatkan pelaku untuk melakukan rekayasa sosial. Sementara itu, informasi kartu bank berpotensi disalahgunakan untuk melakukan transaksi tanpa izin atau mengakses dana korban.

Senior Web Content Analyst Kaspersky Olga Altukhova mengatakan modus serupa telah muncul selama bertahun-tahun, terutama ketika perangkat teknologi populer diluncurkan.

“Antusiasme konsumen dapat memberikan keuntungan tambahan bagi penjahat siber dan meningkatkan peluang mereka mendapatkan keuntungan,” kata Altukhova.

Kaspersky mengimbau masyarakat berhati-hati ketika menemukan penawaran perangkat dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga resmi. Pilihan produk yang berbeda dari pengumuman resmi perusahaan juga perlu diperiksa kembali sebelum melakukan transaksi.

“Penawaran yang tampaknya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, serta pilihan produk yang lebih luas dari atau berbeda dari yang diumumkan secara resmi oleh perusahaan, harus diperlakukan sebagai tanda peringatan yang jelas.”

Tips Hindari Situs Penipuan

Kaspersky menyarankan masyarakat melakukan pembelian melalui toko resmi atau peritel terpercaya. Penawaran dari situs yang tidak dikenal, terutama dengan harga yang terlalu murah, sebaiknya diperiksa terlebih dahulu.

Sebelum memasukkan data pribadi, pengguna juga perlu memeriksa keaslian situs, termasuk format URL dan ejaan nama organisasi. Langkah tersebut dapat membantu membedakan situs resmi dari laman yang dibuat untuk meniru layanan tertentu.

Untuk transaksi daring, pengguna disarankan mempertimbangkan kartu virtual atau layanan pembayaran khusus agar informasi kartu utama atau rekening bank tidak terekspos secara langsung.

Pengguna juga dapat menggunakan solusi keamanan yang memiliki fitur perlindungan terhadap tautan phishing. Selain itu, autentikasi multifaktor atau two-factor authentication (2FA) dapat diaktifkan pada akun penting, termasuk aplikasi keuangan.

Pemantauan transaksi secara berkala juga diperlukan untuk mendeteksi aktivitas yang tidak dikenali. Jika terdapat transaksi atau aktivitas akun yang mencurigakan, pengguna dapat segera menghubungi penyedia layanan keuangan terkait melalui saluran resmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....