27 September, Sejarah Hari Pariwisata Sedunia

  • 29 Sep 2026 12:35 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Hari Pariwisata Sedunia atau World Tourism Day diperingati setiap 27 September. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat internasional mengenai pentingnya pariwisata serta nilai sosial, budaya, ekonomi dan politik yang dihasilkan sektor tersebut. Perserikatan Bangsa-Bangsa menempatkan pariwisata sebagai salah satu sektor yang berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs.

Sejarah Hari Pariwisata Sedunia bermula dari pembentukan Organisasi Pariwisata Dunia atau World Tourism Organization. Tanggal 27 September dipilih karena bertepatan dengan peristiwa penting dalam sejarah pariwisata internasional, yakni pengesahan Statuta Organisasi Pariwisata Dunia pada 27 September 1970. Sepuluh tahun kemudian, peringatan Hari Pariwisata Sedunia untuk pertama kalinya dilaksanakan pada 27 September 1980.

Penetapan Hari Pariwisata Sedunia juga berkaitan dengan perkembangan pariwisata sebagai sektor yang memiliki peran luas bagi kehidupan masyarakat. Selain memberikan kesempatan untuk mengenal budaya dan kekayaan alam berbagai negara, pariwisata menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat di banyak wilayah. PBB mencatat sektor pariwisata juga memiliki keterkaitan dengan pekerjaan, pembangunan ekonomi, perlindungan lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Dalam perkembangannya, perhatian terhadap pariwisata berkelanjutan semakin kuat. Pada 2015, Majelis Umum PBB menetapkan 2017 sebagai Tahun Internasional Pariwisata Berkelanjutan untuk Pembangunan melalui Resolusi A/RES/70/193. Upaya keberlanjutan tersebut kemudian diperkuat melalui berbagai inisiatif, termasuk Deklarasi Glasgow tentang Aksi Iklim dalam Pariwisata yang disepakati pada 2021.

Pada Hari Pariwisata Sedunia 2026, tema yang diangkat adalah “Membentuk Ulang Masa Depan Pariwisata melalui Agenda Digital dan Kecerdasan Buatan (AI)” atau “Reshaping the Future of Tourism through Digital and Artificial Intelligence (AI)”. Tema ini menyoroti perubahan yang dibawa kecerdasan buatan terhadap cara wisatawan memilih destinasi, cara industri pariwisata beroperasi dan bagaimana pengalaman wisata dirancang.

Pesan Hari Pariwisata Sedunia 2026 juga menekankan pentingnya memastikan perkembangan teknologi memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah tujuan wisata. Investasi pada keterampilan digital, perluasan akses teknologi serta keterlibatan pekerja pariwisata dan masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam membentuk masa depan sektor pariwisata yang terbuka, inklusif dan berkelanjutan.

Peringatan 27 September menjadi momentum untuk melihat pariwisata tidak hanya sebagai kegiatan perjalanan dan rekreasi, tetapi juga sebagai sektor yang dapat membuka lapangan kerja, memperkenalkan budaya, mendukung ekonomi lokal dan mendorong pembangunan berkelanjutan. Di tengah perkembangan teknologi, pariwisata dituntut mampu beradaptasi sekaligus memastikan manfaat inovasi dapat dirasakan secara lebih luas. (Falen Nelwan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....