Sejarah dan Tema Hari Mimpi Sedunia 2026

  • 29 Sep 2026 12:18 WIB
  •  Nabire
Poin Utama
  • World Dream Day diperingati setiap tanggal 25 September sebagai momentum global untuk mengajak masyarakat mengenali dan merayakan mimpi serta gagasan.
  • Peringatan ini didirikan pada tahun 2012 oleh Ozioma Egwuonwu, seorang pembicara, pendidik, dan penggagas strategi perubahan sosial.
  • World Dream Day bertujuan untuk mendorong individu, keluarga, sekolah, dunia usaha, dan komunitas memikirkan gagasan dan tujuan yang dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan dan lingkungan.

RRI.CO.ID, Nabire - Hari Mimpi Sedunia atau World Dream Day diperingati setiap 25 September. Peringatan ini menjadi momentum global untuk mengajak masyarakat mengenali, membagikan, merayakan, dan menggerakkan mimpi serta gagasan menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat bagi kehidupan dan lingkungan.

World Dream Day didirikan pada 2012 oleh Ozioma Egwuonwu, seorang pembicara, pendidik, dan penggagas strategi perubahan. Menurut penyelenggara, peringatan ini lahir sebagai gerakan global untuk mendorong individu, keluarga, sekolah, dunia usaha, dan komunitas memikirkan gagasan serta tujuan yang dapat memberikan dampak positif.

Sejak awal, World Dream Day tidak hanya menempatkan mimpi sebagai angan-angan, tetapi juga mendorong proses untuk mengubahnya menjadi tindakan. Berbagai kegiatan seperti diskusi, seminar, pertemuan komunitas, kegiatan seni, hingga kampanye daring digelar untuk membantu masyarakat menetapkan tujuan dan mengambil langkah menuju cita-cita tersebut.

Peringatan ini kemudian berkembang menjadi gerakan internasional. Penyelenggara World Dream Day menyebut 25 September sebagai hari partisipatif global yang dapat diikuti siapa saja dan dari berbagai tempat. Peserta didorong untuk membagikan mimpi serta membangun kolaborasi agar gagasan tersebut dapat memberi manfaat bagi lingkungan sekitar dan masyarakat luas.

Pada 2026, World Dream Day mengusung tema resmi “Dream the New” atau “Memimpikan yang Baru”. Penyelenggara menjelaskan, peringatan tahun ini berfokus pada kebersamaan, memperdalam mimpi yang dimiliki, serta memperkuat hubungan dengan orang lain untuk membayangkan dan membangun masa depan yang lebih baik secara bersama-sama.

Hari Mimpi Sedunia menjadi pengingat bahwa mimpi bukan hanya sebuah angan-angan, tetapi dapat menjadi titik awal untuk melahirkan gagasan dan tindakan. Melalui momentum 25 September, masyarakat diajak menyampaikan harapan, membangun kolaborasi, dan mengambil langkah nyata untuk mewujudkan masa depan yang diharapkan. (Falen Nelwan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....