1 Juli Peringatan Hari Reggae Internasional

  • 30 Jun 2026 18:47 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Musik reggae merupakan genre musik yang lahir di Jamaika pada akhir tahun 1960-an. Genre ini sangat khas dengan ketukan off-beat (dikenal sebagai skank), garis bass yang tebal dan dominan, serta sering kali membawa lirik-lirik bermuatan pesan sosial, cinta, perdamaian, dan spiritualitas.

Hari peringatan Musik Reggae Internasional yakni pada tiap tanggal 1 Juli. Acara tahunan ini dicetuskan pada tahun 1994 di Kingston, Jamaica untuk merayakan warisan budaya, dampak global dan pesan perdamaian dari musik yang dipopulerkan oleh legenda reggae dunia, Bob Marley.

Reggae berevolusi dari gaya musik Jamaica sebelumnya, yaitu ska dan rocksteady, dengan tempo yang lebih lambat dan santai. Didukung oleh drum dan bass elektrik yang kuat, serta permainan gitar yang berfokus pada ketukan kedua dan keempat. Kata reggae kemungkinan berasal dari pengucapan logat/dialeg Afrika dari kata “ragged” (gerak kagok–seperti hentak badan pada orang yang menari dengan iringan musik ska atau reggae).

Irama musik yang banyak dianggap menjadi pendahulu reggae adalah Ska dan Rocksteady, bentuk interpretasi musikal R&B yang berkembang di Jamaica yang sarat dengan pengaruh musik Afro-Amerika. UNESCO secara resmi mengakui musik reggae sebagai Warisan Budaya Tak Benda ( Intangible Cultural Heritage), pada tahun 2018.

Saat ini musik reggae terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Sejumlah penyanyi, seperti Chronixx, Protoje, dan Kabaka Pyramid, membawa nuansa baru musik reggae dengan mengeksplorasi pengaruh musik hip-hop, R&B dan elektronik. Mereka membawa pesan yang relevan dengan zaman sekarang seperti isu lingkungan, keberagaman serta ketidakadilan hukum dan sosial.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....