Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, RI Pastikan WNI Aman

  • 25 Jun 2026 14:55 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional setelah dua gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah pesisir utara negara itu pada Rabu 24 Juni 2026. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur, memutus jaringan listrik, serta menutup bandara utama di ibu kota Caracas.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi pada malam hari waktu setempat. Kurang dari satu menit kemudian, gempa susulan berkekuatan magnitudo 7,5 kembali mengguncang dengan pusat gempa berada di negara bagian Yaracuy, sebelah barat Caracas. Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan kedua gempa tersebut menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah.

Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menyatakan seluruh otoritas dan sistem perlindungan sipil saat ini difokuskan pada upaya penyelamatan korban. Pemerintah juga menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar serta mengimbau masyarakat menunda aktivitas yang tidak mendesak.

"Seluruh otoritas kami dan sistem perlindungan sipil saat ini tengah fokus pada tugas utama, yaitu menyelamatkan nyawa manusia," ujar Rodriguez dalam pidato nasionalnya.

Sejumlah bangunan dilaporkan runtuh di Caracas dan beberapa negara bagian lain, termasuk Trujillo, Carabobo, Miranda, Aragua, Falcon, dan La Guaira. Bandara utama Venezuela juga ditutup sementara akibat kerusakan yang cukup parah.

Di tengah situasi darurat tersebut, sejumlah negara dan lembaga internasional mulai menawarkan bantuan kemanusiaan. Pemerintah Amerika Serikat melalui Deputi Menteri Luar Negeri Christopher Landau menyatakan telah menjalin komunikasi dengan otoritas Venezuela untuk memobilisasi bantuan darurat.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus memantau perkembangan pascagempa. Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela dalam kondisi aman.

"Pemerintah Indonesia melalui KBRI Caracas telah memastikan bahwa seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela, yakni sebanyak tiga orang, dalam kondisi aman, selamat, dan sehat," kata Yvonne dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Selain memastikan kondisi WNI, Pemerintah Indonesia juga menyampaikan bahwa Gedung Kantor KBRI Caracas dan Wisma Duta tidak mengalami kerusakan akibat gempa. Seluruh staf perwakilan Indonesia di Venezuela juga dipastikan selamat.

Sebagai langkah antisipasi, KBRI Caracas membuka jalur komunikasi darurat dan terus memantau perkembangan situasi, termasuk kemungkinan gempa susulan maupun informasi resmi dari pemerintah setempat. WNI yang berada di Venezuela diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan otoritas setempat.

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan duka cita kepada Pemerintah dan rakyat Venezuela atas bencana yang terjadi serta berharap proses penanganan darurat dan pemulihan dapat berjalan dengan cepat.

Hingga kini, otoritas Venezuela masih melakukan pendataan dampak gempa dan belum merilis angka resmi korban jiwa maupun korban luka akibat bencana tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....