17 Juni, Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia
- 18 Jun 2026 21:43 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Setiap tanggal 17 Juni, masyarakat internasional memperingati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia atau World Day to Combat Desertification and Drought. Peringatan ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meningkatkan kesadaran global terhadap bahaya degradasi lahan, penggurunan, deforestasi, serta ancaman kekeringan yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.
Sejarah peringatan ini bermula pada 17 Juni 1994 ketika Majelis Umum PBB mengadopsi United Nations Convention to Combat Desertification (UNCCD), sebuah konvensi internasional yang bertujuan mengatasi penggurunan dan dampak kekeringan, khususnya di negara-negara yang rentan terhadap kerusakan lahan. Sebagai bentuk dukungan terhadap konvensi tersebut, PBB kemudian menetapkan 17 Juni sebagai hari peringatan tahunan yang diperingati oleh negara-negara anggota.
Pada tahun 2026, Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan menempatkan lahan penggembalaan sebagai pusat perhatian global . Dengan mengusung tema “Padang Rumput: Kenali. Hormati. Pulihkan.”, peringatan tahun ini menyerukan pengakuan yang lebih besar terhadap nilai ekonomi, ekologi, dan budaya lahan penggembalaan, penghormatan kepada para penjaga tradisionalnya, dan investasi yang lebih kuat dalam memulihkan lahan penggembalaan yang terdegradasi.
Degradasi lahan merupakan kondisi menurunnya kualitas tanah akibat aktivitas manusia maupun faktor alam. Praktik penebangan hutan secara berlebihan, pertanian yang tidak berkelanjutan, eksploitasi sumber daya alam, serta perubahan iklim menjadi penyebab utama semakin luasnya lahan kritis di berbagai belahan dunia. Kondisi ini berdampak langsung terhadap ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut data UNCCD, miliaran hektare lahan produktif di dunia telah mengalami degradasi. Jika tidak ditangani secara serius, kerusakan lahan dapat memperparah kemiskinan, memicu migrasi penduduk, serta meningkatkan risiko bencana alam seperti banjir dan kekeringan berkepanjangan.
Peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia menjadi momentum penting untuk mendorong pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan. Berbagai kegiatan seperti penanaman pohon, rehabilitasi hutan, konservasi tanah, serta kampanye pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan kerap dilakukan untuk memperingati hari tersebut. (Falen Nelwan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....