UMKM Mimika Tembus Pasar Global lewat Ekspor Kepiting Bakau

  • 13 Mei 2026 17:49 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika - Kegiatan “UMKM Go Internasional Seremonial Ekspor Perdana UMKM Berorientasi Ekspor Kabupaten Mimika Tahun 2026” digelar oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Timika di UPBU Mozes Kilangin pada Rabu, 13 Mei 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Kepala KPPBC TMP C Timika Yudi Amirullah, serta Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah Anton Panji Mahendra.

Kepala KPPBC TMP C Timika Yudi Amirullah menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Mimika terhadap pengembangan UMKM berorientasi ekspor. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya seremoni pelepasan ekspor, tetapi menjadi simbol bahwa produk-produk asal Mimika mampu bersaing di pasar internasional.

Ia menjelaskan, Bea Cukai tidak hanya menjalankan fungsi penerimaan negara dan pengawasan barang ilegal, tetapi juga berperan sebagai trade facilitator dan industrial assistance guna mendukung pelaku usaha agar mampu berkembang hingga pasar global.

Yudi mengungkapkan, total nilai devisa ekspor sumber daya alam melalui Timika pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp1,29 miliar dengan volume ekspor sebesar 21,5 ton. Sementara hingga Mei 2026, nilai devisa ekspor telah mencapai Rp1,059 miliar dengan volume 19,24 ton. Komoditas utama ekspor tahun ini didominasi kepiting bakau hidup dengan negara tujuan Malaysia dan Singapura.

Selain kepiting bakau, terdapat sejumlah UMKM potensial lainnya yang dipersiapkan menuju pasar ekspor, di antaranya produk minyak buah merah dan olahan hasil laut. Ia berharap sinergi seluruh pihak dapat terus mendorong lahirnya eksportir baru dari Mimika.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah Anton Panji Mahendra mengatakan ekspor kepiting bakau bukan hanya sekadar pengiriman komoditas, tetapi menjadi simbol kebangkitan ekonomi masyarakat Mimika di mata dunia.

Menurut Anton, selama ini produk asal Mimika banyak diekspor melalui daerah lain, sehingga identitas daerah asal belum terlihat secara langsung. Karena itu, pihaknya bersama Bea Cukai dan UPBU Mozes Kilangin terus berkolaborasi agar produk Mimika dapat langsung menembus pasar internasional melalui Timika.

Ia juga menyebut sejumlah unit usaha tengah didaftarkan ke General Administration of Customs China (GACC) agar memperoleh izin dan peluang pasar yang lebih luas. Anton berharap UMKM Mimika mampu menjaga kualitas, kontinuitas produk, serta tetap memperhatikan kelestarian sumber daya alam.

Perwakilan PT Hoki Laut Perkasa menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti nyata pelaku usaha di Mimika memiliki peluang besar menembus pasar internasional. Mereka mengaku mendapat pendampingan mulai dari prosedur ekspor hingga proses pengiriman barang, sehingga sangat membantu pelaku usaha yang sedang berkembang.

Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutannya menegaskan bahwa UMKM kini menjadi salah satu tonggak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mimika. Ia menyebut jumlah pelaku UMKM di Mimika meningkat sekitar 3.000 usaha sepanjang 2024 hingga 2025 dan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Johannes mengatakan tantangan utama UMKM saat ini bukan hanya produksi, tetapi juga akses pasar. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Mimika terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak termasuk asosiasi bisnis internasional guna membuka akses pasar luar negeri bagi produk-produk lokal.

Ia juga menyoroti pentingnya legalitas usaha, sertifikasi halal, BPOM, hingga penguatan pemasaran digital agar UMKM Mimika mampu bersaing secara global. Selain itu, pemerintah mendorong pembudidayaan komoditas unggulan seperti kepiting bakau agar keberlanjutan produksi tetap terjaga.

Menurut Johannes, produk-produk lokal Mimika seperti buah merah, kerajinan noken, hingga olahan pangan memiliki potensi besar di pasar internasional. Bahkan sejumlah produk UMKM Mimika telah dipasarkan secara online hingga ke Eropa dan negara lainnya.

Di akhir kegiatan, Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, Kepala Bea Cukai Timika Yudi Amirullah, dan Kepala Karantina Papua Tengah Anton Panji Mahendra meninjau langsung kepiting bakau yang akan diekspor ke Malaysia dan Singapura.

Pelepasan ekspor perdana ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong, Kepala Bea Cukai Timika Yudi Amirullah, serta Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah Anton Panji Mahendra sebagai simbol dimulainya ekspor perdana UMKM berorientasi ekspor Kabupaten Mimika tahun 2026.(Sandra)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....